Sebagian Gugatan Denny Indrayana Dikabulkan MK

Pembacaan Putusan PHP-Kada Tingkat Pemilihan Gubernur Kalimantan Selatan (Dok Tangkap Layar YouTube Channel Mahkamah Konstitusi)

KBRN, Jakarta: Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Kepala Daerah (PHP-Kada) yang diajukan oleh pemohon pasangan calob Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Denny Indrayana-Difriadi Drajat kepada lawan tandingnya Sahbirin Noor-Muhidin. 

"Mengabulkan permohonan pemohon untuk sebagian," kata Ketua MK Anwar Usman membacakan amar putusan, pada kanal YouTube MK RI yang dilihat RRI.co.id, Jakarta (21/3/2021). 

Dalam putusannya itu, MK memutuskan untuk dilakukannya pemungutan suara ulang (PSU) di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS). 

Tak hanya itu, faktor lainnya dikabulkannya permohonan itu dikarenakan MK menilai terdapat penggelembungan suara pada Pilkada 2020 di Kalimantan Selatan. 

Sejumlah TPS di berbagai daerah yang dinilai melanggar itu yakni Kecamatan Banjarmasin Selatan (Kota Banjarmasin), Kecamatan Sambung Makmur, Kecamatan Aluh-Aluh, Kecamatan Martapura, Kecamatan Mataraman, dan Kecamatan Astambul (Kabupaten Banjar), dan di 24 TPS di Kecamatan Binuang (Kabupaten Tapin). 

Dengan adanya keputusan MK untuk mengabulkan sebagian guhatan permohonan itu, maka keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Kalimantan Selatan tentang penetapan rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan tahun 2020 tanggal 18 Desember 2020, sepanjang SK itu mengenai perolehan suara masing-masing pasangan calon di kecamatan-kecamatan yang telah disebutkan terbukti melanggar peraturan. 

Untuk itu, MK ungkap hakim ketua Anwar Usman memerintahkan KPU sebagai penyelenggara pemilu untuk turut secara langsung mengawasi pengawasan terhadap pelaksanaan putusan MK. 

"Memerintahkan Komisi Pemilihan Umum untuk melakukan supervisi terhadap dan koordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Kalimantan Selatan beserta jajarannya dalam rangka pelaksanaan amar putusan ini," pungkas Anwar Usman.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00