Kudeta Myanmar, ASEAN Satu Suara Untuk Membantu

Kudeta Myanmar (foto:istimewa)

KBRN, Jakarta: ASEAN telah memiliki satu pemikiran yang sama untuk membantu Myanmar.

"Alhamduillah kemarin ASEAN sudah berposisi sama, mereka berharap ada posisi dialog untuk melakukan kasus internal," kata Direktur Sarinah Institute, Eva Kusuma Sundari kepada Pro3RRI, Sabtu (6/3/2021).

Eva mengungkapkan jika hal ini merupakan posisi lumayan bagus daripada posisi awal yang sempat terjadi dua kubu di ASEAN. 

"Sebenarnya dari awal meledak sudah ada dua kubu, ada yang menganggap ini isu internal, tetapi dikubu lain seperti malaysia dan Indonesia itu justru berusaha untuk menstop," jelas Eva. 

"Atas kerja keras bu Retno yang lompat ke sana-sana untuk menyamakan keadaan dan dalam hal ini bisa bersatu maka ini merupakan perkembangan yang normatif," tambahnya. 

Ia berharap dengan adanya kondisi baru ini, mudah-mudahan masalah kudeta yang terjadi bisa menimbulkan hasil yang baik bagi masyarakat. 

"Dengan adanya tekanan internasional dan juga PBB mudah-mudahan dapat mengukatkan ASEAN untuk meletakkan kasus kudeta ini secara profosional untuk sekaligus memela kepentingan rakyat Myanmar bukan militer," jelasnya kembali. 

Dalam hal ini pun, Indonesia juga berharap bisa membantu Myanmar dalam segi perekonomian dan juga menghapus berita jelek terkait Indonesia. 

"Indonesia bisa membantu perekonomian Myanmar, bahkan mereka sempat memberitakan bu Menlu dan itu dapat menghapus semua itu," pungkasnya.       

Diketahui Kudeta Myanmar terjadi sejak 1 Febuari 2021 lalu. Saat itu militer menggulingkan Aung San Suu Kyi, karena menuding partainya Liga Nasional untuk Demokrasi (LND) curang dalam pemilu yang mereka menangkan, November 2020 lalu.  (Ccp)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00