Penyebab Kebakaran Pasar Lembor NTT Belum Diketahui

Kebakaran Pasar Lembor (foto:istimewa)

KBRN, Jakarta: Kebakaran di Pasar Lembor, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat (5/3/2021) kemarin, masih dalam proses penyelidikan. 

"Kami dari Polres sendiri telah menjalani penyelidikan, olah TKP dan kita sudah memeriksa 3 saksi dan kita akan terus menambah saksi untuk mencari penyebab kebakaran ini," kata Kapolres Manggarai Barat, AKBP Bambang Hari Wibowo melalui wawancara Pro3 RRI, Sabtu (6/3/2021).

Bambang menjelaskan, kebakaran terjadi pada dini hari sekitar pukul 04:30 WITA. Pada saat kejadian pemadaman api dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat yang berada ditempat kejadian.  

"Pada saat kejadian, dilokasi memang tidak tersedia mobil Damkar,  jadi masyarakat yang mengetahui kebakaran langsung bergotong royong memadamkan api dengan alat yang mereka miliki untuk memadamkan api," jelasnya. 

Ia juga mengungkapkan jika pasar Lembor ini merupakan psar yang memiliki bangunan yang terbilang tua. 

"Memang nyatanya bangunan ini sudah tua, jadi memang kabel-kabelnya ini terlihat sudah usang dan perlunya perbaikkan, bahkan kios disini juga sebagian besar merupakan bangunan kayu," ungkapnya. 

"Karena saat kejadian angin cukup kencang, sehingga kebakaran cepat menyebar karena itu juga merupakan lapak kayu jadi kios yang terbakar ini memang kayunya pun sudah tua dan lapuk sehingga sekali terbakar maka sulit untuk dikendalikan," jelasnya kembali. 

Sementara untuk tidak mengulangi lagi kejadian yang serupa pihaknya akan melakukan sidak kepada sejumlah pasar. Sidak tersebut bertujuan untuk melihat kondisi bangunan dan keadaan pasar itu sendiri.

"Kami pun akan sidak ke pasar-pasar lain yang kondisinya pasarnya sudah harus dilakukan perbaikkan dan nanti setelah ada hasil penyelidikkan nanti kita umumkan secara detail apa penyebabnya," jelasnya. 

"DPR sendiri telah merapatkan untuk nantinya akan dibangun kembali dan akan dianggarkan untuk perbaikkan pasar yang terdmpak kebakaran," pungkasnya. (Ccp)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00