Sambil Info Cuaca, Gedung BMKG Diguyur Hujan

Petugas pos keamanan utama Gedung BMKG, Kemayoran, Jakarta Pusat, tetap menjalankan tugas di bawah guyuran hujan malam ini (Eko Sulestyono/RRI)

KBRN, Jakarta: Berdasarkan pantauan RRI.co.id, hingga pukul 18:30 WIB, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih mengguyur di sekitar kawasan Gedung BMKG, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Tidak terlalu besar, namun hujan yang turun mengguyur nGedung BMKG, di kawasan kemayoran, seolah menjadi jawaban akan terjadinya bahaya hujan ekstrem sesuai rilis mereka di Kanal YouTube saat ini.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan, terbentuknya siklon tropis berawal dari bibit siklon tropis di wilayah Indonesia sehingga berpotensi memicu hujan ekstrem di sejumlah lokasi nusantara.

Gedung E di Kompleks Gedung BMKG, Kemayoran Jakarta Pusat, dalam guyuran hujan malam ini (Eko Sulestyono/RRI)

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangannya mengatakan, bibit siklon tropis tersebut diprediksi terbentuk sejak Selasa, 23 Februari 2021 di wilayah Nusa Tenggara.

BACA JUGA: BMKG: Jakarta, Jateng, Banten, Jabar, Waspada Banjir

“Berdasarkan hasil analisis kondisi dinamika atmosfer hari ini, tepatnya pukul 13.00 WIB, potensi bibit siklon tersebut telah berkembang menjadi benar-benar bibit siklon tropis dengan inisial 98S,” kata Dwikorita Karnawati kepada wartawan via YouTube Channel infoBMKG, seperti diikuti rri.co.id, Rabu (24/2/2021).

“Bibit siklon tropis ini, 98S, saat ini terpantau di Samudra Hindia, sudah bergerak mencapai sebelah selatan Jawa Timur, dengan posisi di sekitar 13 derajat Lintang Selatan dan 116 derajat Bujur Timur atau sekitar 625 kilometer dari lepas pantai Jawa Timur," jelasnya. 

Menurutnya. siklon tropis dapat disertai dengan pertumbuhan awan-awan hujan.

Bibit siklon tropis itu dalam 24 jam ke depan akan berkembang menjadi siklon tropis. 

“Dampak dari bibit siklon tersebut adanya aktivitas pertumbuhan awan-awan hujan. Berdasarkan data model numerical weather predictionterlihat adanya peningkatan kecepatan angin yang signifikan pada sistem ini untuk menjadi siklon tropis,” terangnya.

BACA JUGA: BMKG: Siklon Tropis, Jakarta Potensi Hujan Ekstrem

“Dikhawatirkan bibit siklon ini dapat berkembang dalam waktu 24 jam ke depan dengan probabilitas menengah hingga tinggi, berkembang menjadi siklon tropis, yang bergerak ke arah barat," ucapnya. 

Petugas keamanan Gedung BMKG, Kemayoran, Jakarta Pusat, tetap menjalankan tugas di bawah guyuran hujan malam ini (Eko Sulestyono/RRI)

Dirinya menambahkan, saat ini bibit siklon tropis itu bergerak dengan kecepatan 20 kilometer per jam ke arah barat dan ketika menjadi siklon tropis akan bertambah menjadi 80 kilometer per jam. 

Dalam kesempatan ini, Dwikorita juga meminta masyarakat mewaspadai fenomena ini lantaran dapat berdampak terhadap intensitas hujan lebat hingga ekstrem.

“Hal itu yang perlu diwaspadai karena dapat berdampak secara tidak langsung mengakibatkan intensitas hujan lebat hingga ekstrem, ekstrem di sini lebih dari 150 mm per jam,” ujarnya.

“Kurang lebih seperti kejadian hujan Jabodetabek pada 19-20, dan di Semarang beberapa waktu yang lalu," pungkasnya. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00