Tanggul Citarum Jebol, Ini Fakta Banjir Bekasi

Tanggul Citarum Jebol (foto:istimewa)

KBRN, Jakarta: Tanggul Sungai Citarum di Kampung Babakan Banten, Sumber Urip, Pebayuran, Kabupaten Bekasi jebol, Sabtu (20/2/2021) malam.  

Jebolnya tanggul yang mencapai 50 meter mengakibatkan sejumlah wilayah di Bekasi masih mengalami banjir ekstrem hingga Senin (22/2/2021) kemarin.

Wilayah tersebut meliputi 9 desa yakni Desa Sumberurip, Desa Karangharja, Desa Sumbereja, Desa Karang Patri, Desa Bantar Sari, Desa Karanghaur, Desa Sumbersari, dan Desa Bantarjaya.

Banjir di dekat lokasi tanggul jebol, di Desa Sumberurip, Kecamatan Pebayuran sudah surut.

Meski begitu, BPBD Kabupaten Bekasi bersama tim gabungan TNI-Polri terus melakukan proses evakuasi.

Para korban ditempatkan sementara di tempat pengungsian yang lebih aman.

Lalu apa sebenarnya yang mengakibatkan jebolnya tanggul di Pebayuran Bekasi? Berikut rangkuman terkait jebolnya tanggul yang berhasil dikutip dari Detik.com, Selasa (23/2/2021), diantaranya:

1. Perbaikan Tunggu Air Surut

Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja mengatakan perbaikan tanggul Sungai Citarum yang jebol belum memungkinkan untuk dilakukan saat ini. Sebab, debit air Sungai Citarum saat ini masih tinggi.

"Karena memang kalau kita lihat kondisi di lapangan, tidak memungkinkan untuk kita ambil langkah-langkah perbaikan. Kita barangkali akan menunggu ini surut, baru setelah itu kita lakukan perbaikan," kata Eka Supria Atmaja di posko Saung Desa, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Senin (22/2/2021).

Eka menyebut, tanggul yang jebol sepanjang kurang-lebih 50 meter. Saat ini pihaknya fokus mengevakuasi warga yang terdampak banjir.

"Terkait dengan tanggul tadi, kita sudah melihat bahwa penyebab dari banjir ini adalah jebolnya tanggul sepanjang 50 meter kurang-lebih. Dan tentu saja hari ini yang kita lakukan hanya evakuasi dan pemberian bantuan kepada korban banjir," kata Eka.

2. Sudah 8.000 Warga Dievakuasi

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurrachman mengatakan tenda pengungsian disebar di banyak titik untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19. Saat ini sudah ada 8.000 warga yang dievakuasi di tempat pengungsian.

"Ada 16 titik pengungsian agar nggak menumpuk, ada 8.000 yang sudah masuk pengungsian," ujar Dudung Abdurrachman di Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Senin (22/2/2021).

3. Banjir Meluas ke 9 Desa

Dampak dari tanggul Citarum yang jebol di Kabupaten Bekasi, meluas. Kini ada 9 desa di Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi yang terdampak akibat tanggul jebol Sungai Citarum.

"Hari kemarin pertama ada 4 desa yang terendam, perkembangannya ada 9 desa meluas. Jadi airnya cukup meningkat," kata Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja, kepada wartawan di Posko Pengungsian Saung Desa, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Senin (22/2/2022).

9 Desa di Kecamatan Pebayuran itu yakni Desa Sumber Urip, Desa Karangharja, Desa Sumbereja, Desa Karang Patri, Desa Bantar Sari, Desa Karanghaur, Desa Sumbersari, dan Desa Bantar Jaya.

4. Sebagian Bertahan

Personel TNI-Polri kembali melanjutkan evakuasi korban tanggul Citarum yang jebol di Pebayuran, Kabupaten Bekasi. Proses evakuasi terkendala karena sebagian warga ada yang memilih bertahan di rumahnya.

"Kendalanya ada sebagian masyarakat yang tidak mau ngungsi, karena menjaga hartanya," kata Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Arurrachman kepada wartawan di Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Senin (22/2/2021).

5. Pengungsi Diswab

Ribuan warga korban tanggul jebol Citarum di Pebayuran, Kabupaten Bekasi, dievakuasi ke tempat pengungsian. Para korban banjir tersebut di-swab test untuk mencegah penularan COVID-19.

"Prinsip bagi yang bergejala kita lakukan intervensi kuratif, kita testing dan tracing agar tidak meluas kalau ada," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran kepada wartawan di Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Senin (22/2/2021).

"Tapi sejauh ini, begitu ada yang datang ke posko kita lakukan swab antigen kalau ada keluhan-keluhan," sambung Fadil.

6. Tenda Dapur Umum

Polda Metro Jaya menyiagakan dapur umum di 4 titik pengungsian warga yang terdampak tanggul Citarum yang jebol di Kecamatan Paburan, Kabupaten Bekasi. Dapur umum disiapkan agar para pengungsi lebih mudah mendapatkan bantuan makanan siap saji.

"Ada 4 dapur umum kita siapkan. Karena masyarakat butuhkan makanan siap saji, disamping makanan kering, seperti biskuit dan mi instan," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran kepada wartawan, di Posko Saung Desa, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Senin (22/2/2021).

Fadil mengatakan dapur umum itu akan menyesuaikan jumlah pengungsi yang ada di tempat-tempat pengungsian.

"Kita sesuaikan dengan jumlah pengungsi, produksi memasak kita siapkan," ujar Fadil. (Ccp)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00