WNA Dilarang Masuk ke Indonesia, Kecuali...

Ilustrasi (Doc Istimewa) .jpg

KBRN, Jakarta: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menerbitkan Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksana Perjalanan Internasional dengan Transportasi Udara dalam masa pandemi Covid-19.

Dalam surat tersebut, Kemenhub melarang seluruh warga negara asing (WNA) masuk ke bandara Indonesia.

"Menutup sementara masuknya Warga Negara Asing (WNA) dari semua negara ke Indonesia," tulis SE yang ditandatangani Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Novie Riyanto, per Selasa (26/1/2021). 

"Pelaku perjalanan internasional yang berstatus WNA dari seluruh negara asing yang akan memasuki Indonesia, baik secara langsung maupun transit di negara asing, untuk sementara dilarang memasuki Indonesia," tulis Kemenhub.

Meski demikian, Kemenhub merinci WNA yang dikecualikan boleh masuk ke Indonesia. 

1) Pemegang izin tinggal diplomatik dan izin tinggal dinas; 

2) Pemegang kartu izin tinggal terbatas (KITAS) dan kartu izin tinggal  tetap (KITAP); dan 

3) WNA dengan pertimbangan dan izin khusus secara tertulis dari  Kementerian/Lembaga.

Adapun WNI dari luar negeri tetap diizinkan masuk ke Indonesia setelah memenuhi persyaratan.

"Pelaku perjalanan  internasional  yang  berstatus WNI/WNA dari  seluruh  negara  asing  yang  memasuki  Indonesia,  baik  secara langsung maupun transit di negara asing, harus menunjukkan hasil negatif melalui  tes  RT-PCR  di  negara  asal  yang  sampelnya  diambil dalam kurun waktu maksimal 3x 24 jam sebelum jam keberangkatan dan  dilampirkan  pada  saat  pemeriksaan  kesehatan  atau e-HACInternasional Indonesia," kata Kemenhub.

Pada  saat  kedatangan,  WNI/WNA harus kembali menjalani tes RT-PCR dan diwajibkan menjalani karantina selama 5 hari bagi  WNI  di  tempat  akomodasi  karantina  khusus  yang  telah disediakan oleh pemerintah. 

"Bagi WNA di   tempat   akomodasi   karantina   dengan   biaya   mandiri (Hotel/Penginapan)    yang    telah    mendapatkan    sertifikasi penyelenggaraan  akomodasi  karantina  COVID-19  oleh  Kementerian Kesehatan," sambung Kemenhub.

Jika nantinya hasil pemeriksaan ulang RT-PCR positif COVID-19, maka pelaku perjalanan akan dirawat di RS dengan biaya ditanggung pemerintah bagi WNI, dan biaya mandiri untuk WNA. Jika hasil tes dinyatakan negatif, WNI/WNA tersebut dapat kembali melanjutkan perjalanan. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00