Kematian Dokter Bukan Karena Vaksin Sinovac

Foto: Ilustrasi Kematian

KBRN, Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan kematian dokter di Palembang, Sumatera Selatan bukan disebabkan vaksin Sinovac. Dokter tersebut diketahui baru saja menerima vaksin Sinovac sebelum meninggal dunia.

"Laporan awal penyebab kematian dikarenakan kurang O2 (oksigen) ya, bukan terkait gejala KIPI (Kejadian Ikutan Pascaimunisasi)," kata Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi kepada wartawan, Minggu (24/1/2021).

Siti mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu laporan resmi dari pihak terkait di Palembang mengenai detil penyebab kematian dokter tersbut. Namun, ia menegaskan kasus tersebut bukan berkaitan dengan vaksinasi Covid-19.

Sebelumnya, kasus kematian dokter di Palembang disampaikan Prof Yuwono lewat akun Facebook. 

Ia mengatakan, kerabatnya yang merupakan seorang dokter meninggal dunia setelah melakukan vaksinasi pada Kamis (21/1). 

Padahal kerabatnya itu tak punya penyakit komorbid dan tidak pernah dirawat di rumah sakit.

"Apakah ini ada hubungannya dengan vaksin? Perlu penjelasan dari dinkes kota sebagai penanggungjawab vaksin sekaligus lembaga di mana sahabatku mengabdi. Sebagai dokter saya sudah bilang bahwa pemberian vaksin atau obat apapun harus benar-benar ilmiah dengan jaminan safety dan efficacy yang baik," tutur dia dalam unggahan itu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00