RS Penuh, Anggap Semua OTG, Perketat Prokes

Foto: (Dok. Ist)

KBRN, Jakarta: Sejumlah rumah sakit di Indonesia sudah kekurangan ranjang khusus pasien positif Covid-19, dengan tingkat keterisian atau bed occupancy rate sudah mencapai 80 persen, Sabtu (23/1/2021).

Kondisi itu menggambarkan bahwa kasus memang terus melonjak, dan orang tanpa gejala (OTG) jauh lebih besar lagi.

Di lain sisi, meski Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa Bali diterapkan, namun faktanya implementasi di lapangan belum diterapkan dengan baik.

Masyarakat pun juga terkesan semakin jenuh dengan pandemi Covid-19, sehingga penerapan protokol kesehatan juga semakin kendor.

"Apalagi sekarang cluster keluarga naik. Jadi yang harus dilakukan sebaiknya kita semua berasumsi bahwa semua orang adalah OTG. Jadi kita bersama saling memproteksi diri," kata Pakar Keperawatan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) Agus Setiawan, M.N., D.N kepada RRI.co.id, Minggu (24/1/2021).

Selain itu, Agus mengimbau, masyarakat untuk terus meningkatkan imunitas tubuh, optimis dan selalu menghindari stres.

"Imun diperoleh dari makan yang bagus, istirahat yang cukup, selalu positif, selalu optimis, hindari stres. Kalau bisa juga didukung suplemen," ungkap Dekan FIK UI ini.

Diketahui, sejumlah rumah sakit sudah membludak. Di Kota Tangerang, pemerintah kota setempat sudah membuat 6 puskesmas menjadi tempat isolasi, sebab rumah sakit yang ada sudah tidak mencukupi.

Di Madiun, Jawa Timur, pemerintah daerah setempat sampai menyewa gerbong kereta untuk pasien Corona.

Di DKI Jakarta, bukan hanya fasilitas kesehatan yang penuh, tetapi juga lahan pemakaman. 

Pemprov DKI Jakarta kini terus membuka lahan baru untuk dijadikan tempat terakhir para pasien virus Corona yang meninggal dunia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00