FOKUS: #SRIWIJAYA AIR

Teridentifikasi Hari Ini, Santunan Kurang dari 1x24 Jam

(paling kiri) Direktur Operasional Jasa Raharja, Amos Sampetoding, (paling kanan) Kepala Laboratorium Pusdokkes Polri, dr. Ratna (Dok RRI/Josua Sihombing)

KBRN, Jakarta: PT Jasa Raharja (Persero) memastikan bahwa keempat korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang baru teridentifikasi hari ini, Kamis (21/1) akan langsung segera mendapatkan hak santunan kedukaan dari Jasa Raharja.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Operasional Jasa Raharja, Amos Sampetoding saat mengikuti konferensi pers update korban identifikasi korban di Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Terhadap identifikasi yang baru diumumkan ada empat (korban). Dalam waktu yang cepat petugas kami akan segera menyelesaikannya," kata Amos kepada awak media, Jakarta (21/1/2021).

Bahkan lebih lanjut Amos menyatakan bahwa proses penyelesaian dokumen dan pemberian santunan duka kepada keluarga korban ataupun ahli waris korban itu akan ditargetkan berlangsung dalam kurun waktu kurang dari satu hari.

"Target kami tidak lebih dari 1x24 jam. Muda-mudahan santunan sudah bisa kami selesaikan," tegasnya.

Sebagaimana diketahui, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri, hari ini kembali telah berhasil melakukan identifikasi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air yang jatuh pada 9 Januari 2021 lalu.

Ke-empat korban yang berhasil diidentifikasi itu antara lain yakni korban atasnama Sevia Dalu (nama di manifes Sarah Beatrice Alomau) perempuan berumur (24), Angga Fernanda Afrion Laki-laki berumur (27), Rion Yogatama Laki-laki berumur (29) dan Rusni perempuan berumur (44).

Kepala Laboratorium DNA, Pusdokkes Polri, Kombes dr. Ratna menjelaskan bahwa ke-empat korban itu berhasil teridentifikasi dengan melalu pencocokan data DNA.

"Bahwa tim rekonsiliasi telah mengidentifikasi 4 orang yang bisa teridentifikasi. semuanya menggunakan metode DNA," jelas dr. Ratna

"Nomer Antemortem 01 Sevia Dalu (nama di manifes Sarah Beatrice Alomau), teridentifikasi berdasarkan data pembanding DNA dari ayah kandung. Angga Fernanda Afrion teridentifikasi menggunakan DNA dengan data pembanding dari anak kandung. Rion Yogatama, teridentifikasi dengan DNA menggunakan data pembanding dari ayah kandung. Rusni, teridentifikasi dari DNA dengan pembanding dari ayah kandung," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00