Banjir Kalsel Akibat Tambang? Ini Jawaban BNPB

Foto: BNPB

KBRN, Jakarta: Banjir yang melanda wilayah Kalimantan Selatan kian meluas. Banyaknya dampak banjir membuat pertanyaan apakah penyebabnya. 

"Banjir perlu kajian lebih lanjut, yang jelas pengelolaan daerah aliran sungai kita harus bicara dari hulu ke hilir. Ini perlu kajian komprehensif, bukan hanya dari BNPB aja, tapi perlu melibatkan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait pengelolaan wilayah sungai dan penataan ruang. Saya rasa tiga komponen ini yang jadi penting dalam pengelolaan sungai dan sejauh mana potensi resiko banjir terjadi di wilayah Kalimantan," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Raditya Jati dalam konferensi pers virtual Sabtu, (16/1/2021). 

Raditya pun mengajak agar masyarakat dapat terus mengikuti info perkembangan serta mengenali tempat tinggalnya. Selama masih ada curah hujan tinggi dan la nina, maka potensi kejadian bencana masih tetap mungkin. Artinya, tetap waspada namun jangan panik.

"Apabila ada curah hujan yang cukup tinggi, selama ada fenomena La nina maka bisa berdampak pada terjadi banjir, banjir bandang dan tanah longsor," sebut Raditya.

Diketahui, kabupaten Banjar merupakan wilayah yang paling terkena dampak akibat bencana banjir ini, yakni dalam jumlah yang paling besar. Selain itu, Kota Tanah Laut juga terdampak besar, yakni dengan jumlah 27.024 terdampak dan mengungsi serta 8.249 rumah terendam.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00