Penjarahan Kebutuhan Gempa Ditahan Dipinggir Jalan

Sejumlah pengungsi beraktivitas di tempat pengungsian di Mamuju, Sulawesi Barat, Minggu(17/1/2021). Memasuki hari ke tiga pasca gempa bumi bantuan sudah mulai tersalurkan di lokasi posko pengungsian./Antara-Akbar Tado.

KBRN, Jakarta: Aksi penjarahan kebutuhan truk angkutan bantuan sembako untuk korban gempa di Majene-Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), sedang menjadi sorotan. 

Menurut pantauan RRI dilapangan, truk tersebut dihadang oleh masyarakat yang mendirikan posko darurat ditempat yang tidak ditentukan oleh pemerintah. Hal tersebut dilakukan, untuk memenuhi kebutuhan mereka di posko darurat tersebut.

"Pembagian kebutuhan tersebut belum merata dan belum sepenuhnya didapat oleh masyarakat yang ada dipengungsian atau posko induk, tertama bagi pengungsi yang membangun posko darurat atau posko yang tidak ditentukan oleh pemerintah sehingga banyak yang membangun didepan rumah atau dudaerah daratan tinggi yang memang bukan posko yang ditentukan oleh pemerintah," laporan Rahmat Reporter RRi Mamuju, Minggu (16/1/2021).

Aksi penjarahan ini terjadi, dikarenakan mereka susah mendapatkan bantuan dari pemerintah. Terutama bagi mereka yang mendirikan posko darurat di pinggir jalan wilayah Mamuju. 

"Sehingga ketika bantuan tanpa kita tahu dan ketika mobil atau bahan kebutuhan bantuan datang mereka bisa menang duluan dengan menahan mobil, terlambatnya pembagian distribusi itulah yang mengharuskan mereka menahan mobil dan meminta kebutuhan sesuai yang mereka butuhkan," jelasnya.

Sementara itu, akibat penjaraan posko induk dari pemerintah turut lambat mendapatkan bantuan. Hal tersebut juga diakibatkan karena masyarakat yang ada di dalam posko induk, harus melalui prosedur yakni petugas yang harus meminta identitas masyarakat.

"Pihak keamanan sampai saat ini masih terus melakukan pendataan korban agar kebutuhan akan makanan dan obat-obatam bisa di dapatkan secara merata," jelasnya kembali. 

Sementara menurut Kapolres Mamuju, Iskandar menyebut, jika saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan pengamanan terkait sampainya kebutuhan pokok sampai ke posko. Bahkan, beberapa personil telah dikerahkan untuk menjaga pebatasan masuknya kebutuhan pokok berupa sembako tersebut.

"Penjarahan sudah tidak ada kami sudah lakukan pengamanan di area perbatasan,  bahkan kami telah melakukan pengawalan dari daerah perbatasan hingga posko induk tenpat dimana bahan kebutuhan pokok bagi para korban akan diberikan," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00