Puncak Arus Mudik Diprediksi Bakal Dua Kali

KBRN, Jakarta: Meski masih dalam bayang-bayang penyebaran Covid-19, kepadatan arus mudik di libur akhir tahun ini diprediksi justru meningkat.

Bahkan Kementerian Perhubungan memprediksi puncak arus mudik akan terjadi dua kali, yakni pada tanggal 23-24 Desember 2020 dengan puncak balik 27 Desember 2020, dan pada 30-31 Desember 2020 dengan puncak balik 3 Januari 2020.

"Jadi kita memprediksi semua terutama dari Kepolisian, kemudian Perhubungan, Jasa Marga, BPTJ, memprediksi arus mudiknya terjadi dua kali," ujar Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi, dalam konferensi pers virtual, Jumat (4/12/2020).

Budi mengatakan, pihaknya telah melakukan sejumlah antisipasi untuk mencegah kepadatan, salah satunya dengan pembatasan kendaraan mobil barang seperti yang dilakukan pada tahun sebelumnya.

"Pembatasan tetap dilakukan," kata Budi.

Budi mengungkapan, pembatasan tidak menggunakan Peraturan Menteri, melainkan melalui surat edaran.

"Jadi ada rencana pembatasan barang namun sifatnya hanya dengan menggunakan surat edaran, jadi artinya ini akan dilaksanakan melihat situasi," tuturnya.

Adapun pembatasan operasional mobil barang ke luar Jabodetabek dibagi dua periode. Pertama, pada 23-24 Desember 2020 pukul 00:00-24:00. Kedua, 30-31 Desember 2020 pukul 00:00-24:00

Sementara itu, pada arus balik pembatasan dilakukan di arah masuk Jabodetabek. Pertama, pada 27-28 Desember 2020 pukul 00:00-24:00. Kemudian, pada 2-4 Januari 2021 pukul 12:00-08:00.

Budi mengatakan, pihaknya memprediksi volume lalu lintas melalui jalan tol keluar/masuk Jabodetabek pada saat liburan Natal 2020 akan naik 15,14 persen dibanding hari normal.

Sementara untuk prediksi volume lalu lintas kendaraan jalan tol keluar/masuk Jabodetabek pada liburan Tahun Baru 2020 akan ada kenaikan 11.50 persen dibanding hari normal.

"Sekalipun berbagai pihak akan dan terus melakukan pengawasan protokol kesehatan, kami berharap masyarakat disarankan untuk tetap berlibur di rumah agar terhindar dari kerumunan dan tidak ada lonjakan pandemi," kata Dirjen Budi Setiyadi.

Dikatakan, kalaupun memang masyarakat hendak bepergian hendaknya jangan dilakukan pada puncak-puncak mudik dan balik dalam upaya untuk menghindari kemacetan di jalan raya.

Khusus untuk angkutan bus umum, dia mengatakan ditargetkan akan dilakukan pemeriksaan uji (ramp check) kepada 5.000 kendaraan di terminal bus Tipe A dan pool bus pariwisata pada 11-17 Desember 2020.

Budi mengatakan, ramp check ini perlu dan penting untuk mengetahui kondisi bus apakah lain jalan, antara lain selain memeriksa dokumen bus, juga dilakukan pemeriksaan teknis seperti rem, lampu, ban, hingga alat penghapus air hujan (wiper).

"Kita tidak mau terjadi kecelakaan akibat bus tidak laik jalan dipaksakan beroperasi. Untuk itu bus yang akan beroperasi harus lulus uji kelaikan," kata Dirjen Budi Setiyadi.

Budi menegaskan, meskipun banyak masyarakat yang mengaku tak akan mudik, Kemenhub bersama stakeholder lain tetap melakukan persiapan koordinasi dan komunikasi untuk mencegah kepadatan.

Pihaknya memprediksi, puncak arus mudik dan balik pada liburan akhir tahun ini akan terjadi dua kali. Mudik untuk fase pertama, libur empat hari, diperkirakan puncaknya terjadi antara tanggal 23-24 Desember.

Sementara puncak mudik fase kedua akan terjadi pada tanggal 30 hingga 31 Desember. 

"Sedangkan arus balik, perkiraan puncak fase pertama akan terjadi pada 27 Desember. Untuk puncak arus balik fase kedua diperkirakan terjadi pada 3 Januari 2021," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00