Pembelajaran Tatap Muka Tidak Wajib

Foto: ist

KBRN, Jakarta: Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sony Harry B Harmadi mengatakan pembelajaran tatap muka (PTM) diperbolehkan namun tidak diwajibkan.

"Jangan dipaksakan untuk pembelajaran tatap muka, karena tidak ada kewajiban. Makanya dalam bahasa kami diperbolehkan untuk pembelajaran tatap muka dengan sejumlah pertimbangan," kata Sony, Rabu (2/12/2020).

PTM dilakukan dengan perizinan berjenjang mulai dari Pemerintah Daerah (Pemda), sekolah, komite sekolah hingga orang tua siswa. Sekolah boleh tidak melakukan pembelajaran tatap muka jika belum siap. Begitu juga orang tua diperkenankan tidak mengizinkan anaknya mengikuti PTM.

"Pembelajaran harus benar-benar menerapkan protokol kesehatan. Anak yang sakit tidak diperkenankan untuk mengikuti pembelajaran tatap muka," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Jumeri mengatakan PTM pada Januari 2021 tidak diwajibkan namun diizinkan.

Langkah tersebut diambil dengan mempertimbangkan banyak aspek diantaranya ada daerah yang aman untuk pembelajaran tatap muka. Menurut dia, yang tahu kondisi daerah tersebut adalah Pemerintah Daerah itu sendiri.

"Pemda pasti mempertimbangkan faktor risiko di daerahnya dan kesulitan yang dialami peserta didik di daerah itu. PTM itu pun harus dilakukan dengan izin berjenjang mulai dari Pemda, sekolah, komite sekolah hingga orang tua murid," tandasnya.

Diketahui, sebelum melakukan PTM, sekolah harus memenuhi daftar periksa. Enam daftar periksa yang harus dipenuhi yakni ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan meliputi toilet bersih dan layak serta sarana cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau penyanitasi tangan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00