Prabowo Dua Kali Bertekuk Lutut dengan Presiden

Foto: ist

KBRN, Jakarta: Saat menjadi calon presiden di Pilpres 2019, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sempat mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Dimana, Prabowo mengkritik lemahnya pertahanan Indonesia yang terlalu lemah dengan anggaran yang terlalu kecil. Bahkan, rasio itu jauh dari Singapura yang anggaran pertahanannya mencapai 3 persen dari PDB. 

Prabowo lantas menyindir Jokowi mendapatkan laporan yang salah dari bawahannya soal kemampuan tempur dan pertahanan Indonesia.

Seiring berjalannya waktu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun resmi melantik Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan dalam Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2019) lalu.

Selanjutnya, saat menjadi calon presiden di Pilpres 2019, Prabowo sempat juga menyatakan bahwa korupsi di Indonesia sudah dalam taraf yang sangat parah.

Lalu dia pun mengibaratkan kalau penyakit sudah stadium empat, dan rakyat seluruh Indonesia tidak mau negara ini terus seperti ini. 

Namun yang terbaru, Menteri KKP sekaligus mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Edhy Prabowo telah ditetapkan tersangka oleh KPK karena dugaan kasus korupsi ekspor benih lobster atau benur di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Edhy adalah tersangka dalam kasus dugaan suap terkait perizinan tambak, usaha, dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020.

Edhy ditetapkan sebagai tersangka setelah ditangkap KPK dalam rangkaian operasi tangkap tangan yang berlangsung pada Rabu (25/11/2020) dini hari.

Atas kejadian itu, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani menyampaikan permintaan maaf kepada pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Itu setelah kadernya, Edhy Prabowo yang menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan terjerat kasus korupsi.

Peristiwa ditangkapnya Edhy, kata Muzani, akan Gerindra jadikan pembelajaran yang berharga, khususnya dalam mengelola kepercayaan masyarakat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00