Wapres: MUI Perlu Beradaptasi Hadapi Tantangan Zaman

Wakil Presiden RI sekaligus Ketua Umum MUI non aktif , KH Maruf Amin dalam Musyawarah Nasional (Munas) Majelis Ulama Indonesia (MUI) ke–10 (Dok. Istimewa/Setwapres RI)

KBRN, Jakarta: Musyawarah Nasional (Munas) Majelis Ulama Indonesia (MUI) ke – 10, resmi dibuka pada Rabu (25/11/2020) malam.

Pembukaannya dihadiri langsung oleh Wakil Presiden Maruf Amin, di Ballroom Hotel Sultan, Jakarta, bersama para pimpinan MUI.

Wapres selaku Ketua Umum MUI non aktif menyampaikan bahwa pada Munas MUI ke-9, telah ditetapkan Islam Wasathiyah (moderat) sebagai landasan kerja para pengurus MUI. 

Hal tersebut sangat relevan dengan kondisi Indonesia yang majemuk.

Wapres Maruf Amin dalam Munas MUI (Dok. Istimewa/Setwapres RI)

"Komitmen untuk tetap menjadikan Islam Wasathiyah sebagai cara berpikir, bersikap, dan bertindak harus tetap menjadi pedoman dalam setiap kiprah MUI di masa yang akan datang," ujar Wapres.

Wapres menyampaikan bahwa MUI sebagai salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia, harus terus melakukan pembenahan dan adaptasi terhadap tantangan zaman. 

Hal tersebut dilakukan untuk dapat memberikan pelayanan dan pengayoman yang optimal kepada umat.

"Kita menyadari bahwa teknologi informasi berkembang demikian cepat. Hal ini akan mengubah secara mendasar tata hidup masyarakat. Mereka dipaksa untuk terus bergerak menuju era baru yang serba digital. Oleh karena itu, MUI tidak boleh terlambat mengantisipasi hal itu. MUI harus siap menyongsong datangnya tren digital tersebut. Program yang dijalankan MUI sudah harus disesuaikan dengan tuntutan tren digital," tegasnya.

Selanjutnya : Amanat Presiden RI

Halaman 1 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00