HRS Ceramah dengan Kata Kotor, Pertegas Kebencian

(Dok: mojok.co)

KBRN, Jakarta: Cendekiawan muslim, Islah Bahrawi menyayangkan ceramah yang melontarkan caci maki tanpa batas dengan kalimat-kalimat vulgar di hadapan ribuan orang. 

"Ia berapi-api dalam kobar kemarahan yang luar biasa. Ayat-ayat suci terlontar untuk mempertegas kebencian, fanatisme dan isu sektarian - bercampur baur dengan kata-kata kotor seperti "lonte kaum kaya" dan "gigolo liberal"," kata Islah di akun Instagramnya, yang dilihat rri.co.id, Minggu (15/11/2020). 

Pernyataan Islah ini diperkirakan mengarah pada ceramah yang dilakukan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. 

Sebelumnya, Habib Rizieq Shihab berkali-kali menyebut lonte dalam ceramah Maulid Nabi Muhammad SAW pada Sabtu malam (14/11/2020). Lonte itu, kata Rizieq, sudah menghina habib.

Diduga lonte yang dimaksud Habib Rizieq adalah Nikita Mirzani. Potongan ceramah Habib Rizieq Shihab pun viral dan menggegerkan warganet.

Komentar artis yang sebelumnya menyentil Habib Rizieq itu ditanggapi oleh Habib Rizieq di depan jemaahnya.

"Ada l*nte hina habib? Pusing pusing! Ampe l*nte ikut-ikutan ngomong iyee.." kata Habib Rizieq dilansir dari tayangan YouTube Front TV (15/11/2020) seperti dikutip dari suara.com.

Menurut Islah, upaya ceramah dengan kebencian mirip yang dilakukan seorang pendakwah agama Pakistan, Maulana Abdul Jabbar. 

Ia menceritakan, tahun 2018 lalu, ia berkeliling dari mimbar ke mimbar mengobarkan kebencian kepada pemerintahan Pakistan akibat dukungan politiknya tumbang oleh kemenangan PM Imran Khan. Jabbar menyimpan dendam, agama dijadikan alat serang. Ia lalu ditangkap, tapi pendukungnya tiada henti mengepung kantor polisi. "Jabbar terpaksa dibebaskan dengan jaminan," ujarnya.

Islah menyayangkan agama lagi-lagi agama di bawa serta, memanjangkan lidah demi hasutan, mulutnya mengobarkan api kebencian. Agama, ayat-ayat dan ujaran kebencian menjadi leburan kemunafikan kata-kata. "Sorban dan jubah di tubuhnya ternyata berguna untuk menampung cipratan ludah kotornya," terangnya. 

Jabbar, kata Islah, adalah satu dari ribuan "lonte" diseluruh dunia yang menjadikan agama sebagai "kondom" untuk menampung kemunafikan ejakulasi pribadinya. Ia menggiring pengikutnya untuk membenci yang ia benci, memuji apa yang ia puji. "Agama dan umat dijadikan tunggangan untuk menggertak, menyerang siapapun dan menjadikan apapun yang ia mau," jelasnya.

Menurutnya, agama hanya dijadikan tunggangan oleh orang-orang yang tidak menduga dirinya akan terkapar. "Ia merasa populer dan merasa terhormat, padahal ia sekarat, ia gelap - ia merasa tidak seperti orang kebanyakan yang tetap tegak berdiri," paparnya. 

"Lalu semua orang yang tidak disukai dianggap lawan. Para penunggang itu, membangun populisme dengan mengancam dan melecehkan orang lain, menyuntikkan obat bius berupa rajah-rajah dan azimat palsu kepada pengikutnya agar dirinya selalu dianggap raja diraja," tambahnya.

Ia menilai kemarahan, arogansi, dan orang yang selalu merasa paling besar, akan dihantui oleh proses kecerdasan kognitif orang lain. "Ia takut dalam sendiri, ia memaksa selalu berada dalam kerumunan. Karena keberaniannya hanya ditemukan dari puja-puji, oksigen kehidupan yang dia hirup hanya berasal dari caci maki. Ia hidup, tapi sebenarnya telah mati berkali-kali," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00