12 Daerah Ini Perlu Perhatian Penanganan Covid-19

KBRN, Jakarta: Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito mengungkapkan 12 kabupaten/kota di Indonesia yang perlu mendapat perhatian khusus dalam penanganan Covid-19. Sebab ke-12 kabupaten/kota ini memiliki kasus aktif yang masih tinggi.

Diantaranya adalah Kota Padang sebanyak 3.306 kasus aktif, Jakarta Timur 2.663 kasus, Kota Jayapura 2.202 kasus, Jakarta Selatan 2.047 kasus, Jakarta Barat 1.951 kasus, Kota Pekanbaru 1.885 kasus, Kota Bekasi 1.731 kasus, Kota Depok 1.595 kasus, Bekasi 1.287 kasus, Jakarta Utara 1.277 kasus, Bogor 1.275 kasus dan Jakarta Pusat 1.024 kasus.

"Satgas mengingatkan bahwa hal ini bukanlah prestasi. Pemerintah Daerah harus mengevaluasi menyeluruh terhadap protokol kesehatan di daerahnya, jangan sedikitpun lengah. Lakukan penegakan disiplin protokol kesehatan dan optimalkan peran satgas di daerah," tegas Wiku dalam konferensi pers di Graha BNPB Jakarta, Kamis (29/10/2020). 

Sementara itu, untuk kasus meninggal, ada 26 kabupaten kota mencatatkan kasus lebih dari 100. Diantaranya Kota Surabaya 1.253 kasus, Kota Semarang 675 kasus, Jakarta Pusat 443 kasus, Sidoarjo 440 kasus, Jakarta Timur 437 kasus, Jakarta Barat 414 kasus, Jakarta Selatan 335 kasus, Kota Makassar 281 kasus, Kota Medan 263 kasus, Jakarta Utara 260 kasus, Gresik 226 kasus, dan Kota Balikpapan 208 kasus.

Selanjutnya Kota Depok 177 kasus, Kota Palembang 176 kasus, Kota Pekanbaru 166 kasus, Kota Malang 162 kasus, Kota Samarinda 153 kasus, Kota Banjarmasin 145 kasus, Banyuwangi 144 kasus, Demak 135 kasus, Pasuruan 131 kasus, Kota Manado 122 kasus, Kota Mataram 116 kasus, Kota Bekasi 114 kasus, Kota Padang 110 kasus dan Kudus 108 kasus.

Selain itu Wiku juga mengungkapkan masih terdapat 13 kabupaten/kota yang tingkat kesembuhannnya kurang dari 25 persen. Diantaranya Natuna (0 persen), Nigada (0 persen), Belu (0 persen), Manggarai Timur (0 persen), Sarmi (13,3 persen), Kepulauan Yapen (14,2 persen), Maybrat (16,6 persen), Padang Lawas (19,5 persen), Bungo (20,8 persen), Kaimana (22,2 persen), Nias Utara (22,2 persen), Sarolangun (24,11 persen) dan Mamuju Utara (24,3 persen). 

"Kita harapkan pasien-pasien Covid-19 di daerah ini bisa memiliki kesembuhan secara menyeluruh sehingga memiliki angka kesembuhan yang tinggi atau 100 persen," tuturnya.

Ia juga menghimbau Pemerintah Daerah dengan tingkat kesembuhan yang rendah tersebut segera berkoordinasi dengan dengan Pemerintah Pusat atau Satgas Covid-19 Pusat sehingga dapat dicari jalan keluarnya dan angka kesembuhan meningkat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00