Deretan Tokoh Sukseskan Pembuatan Teks Sumpah Pemuda

Sebagian peserta Kongres Pemuda II, 27-28 Oktober 1928 pose bersama di Indonesische Studigebouw, Kramat 106 (sekarang Museum Sumpah Pemuda). Foto: Dok. Leimena Institut. Sumber: Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

KBRN, Jakarta: Setiap tanggal 28 Oktober Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda, sekitar 92 tahun yang lalu para pemuda pemudi Indonesia berhasil mengikrarkan satu tanah air menjadi "tanah air Indonesia", "bangsa Indonesia", dan "bahasa Indonesia".

Mengutip dari berbagai sumber. Berikut 13 tokoh dibalik pembuatan Teks Sumpah Pemuda:

1. Soenario

Soenario salah satu tokoh Indonesia pada masa pergerakan kemerdekaan Indonesia dan pernah menjabat sebagai pengurus Perhimpunan Indonesia di Belanda.

Sunario adalah salah satu tokoh yang berperan aktif dalam dua peristiwa yang menjadi tonggak sejarah nasional Manifesto 1925 dan Konggres Pemuda II. Ketika Manifesto Politik itu dicetuskan ia menjadi Pengurus Perhimpunan Indonesia bersama Hatta. 

Sunario menjadi Sekretaris II, Hatta bendahara I. Akhir Desember 1925, ia meraih gelar Meester in de rechten, lalu pulang ke Indonesia. Aktif sebagai pengacara, ia membela para aktivis pergerakan yang berurusan dengan polisi Hindia Belanda. 

Ia menjadi penasihat panitia Kongres Pemuda II tahun 1928 yang melahirkan Sumpah Pemuda. Dalam kongres itu Sunario menjadi pembicara dengan makalah "Pergerakan Pemuda dan Persatuan Indonesia."

2. J. Leimena

Johannes Leimena lahir di Ambon, Maluku pada tahun 1905. Saat Kongres Pemuda II masih berjalan, dia merupakan anggota panitia kongres.

Ia merupakan seorang tokoh politik yang juga seorang pahlawan nasional Indonesia. Ia merupakan salah satu tokoh politik yang menjabat sebagai Menteri paling lama di bawah presiden Sukarno, selama sekitar 20 tahun tanpa terputus. 

Leimena masuk ke dalam 18 kabinet yang berbeda, sejak Kabinet Sjahrir II (1946) sampai Kabinet Dwikora III (1966), baik sebagai Menteri Kesehatan, Wakil Perdana Menteri, Wakil Menteri Pertama maupun Menteri Sosial. Di luar itu, ia juga menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Konstituante, dan mengetuai Parkindo antara 1950 hingga 1961.

Leimena berasal dari Ambon, Maluku, sebagai seorang beragama Kristen dan berorang tua guru. Sebagai seorang anak-anak, ia pindah ke Cimahi dan belakangan Batavia untuk mengejar ilmu. Ia turut serta dalam pergerakan kebangkitan nasional, sebagai anggota Jong Ambon dan sebagai panitia Kongres Pemuda Pertama dan Kedua.

3. Soegondo Djojopoespito

Seorang aktivis pendidikan yang juga tinggal di kediaman Ki Hajar Dewantara. Pemuda ini lahir pada tahun 1905.

Ia merupakan tokoh pemuda tahun 1928 yang memimpin Kongres Pemuda Indonesia Kedua dan menghasilkan Sumpah Pemuda, dengan motto: Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa: Indonesia.

4. Djoko Marsaid

Ia merupakan wakil ketua saat Kongres Pemuda berlangsung. Selain itu, Djoko sendiri merupakan ketua dari Jong Java.

Tidak banyak informasi yang bisa digali dari seorang Djoko Marsaid. Namun, namanya tetap abadi dalam tokoh penting perumusan Sumpah Pemuda.

5. M.Yamin

M.Yamin adalah seorang sastrawan, sejarawan, budayawan, politikus, dan ahli hukum yang telah dihormati sebagai pahlawan nasional Indonesia. 

Ia merupakan salah satu perintis puisi modern Indonesia dan pelopor Sumpah Pemuda sekaligus "pencipta imaji keindonesiaan" yang mempengaruhi sejarah persatuan Indonesia.

6. Amir Syarifuddin Harahap

Ia seorang politikus sosialis dan salah satu pemimpin terawal Republik Indonesia. Ia menjabat sebagai Perdana Menteri ketika Revolusi Nasional Indonesia sedang berlangsung.

Berasal dari keluarga Angkola Muslim, Amir menjadi pemimpin sayap kiri terdepan pada masa Revolusi. Pada tahun 1948, ia dieksekusi mati oleh pemerintah karena terlibat dalam pemberontakan komunis.

Saat perumusan Sumpah Pemuda dia kerap menyumbangkan ide-ide brilian.

7. W.R. Supratman

Ia merupakan seorang pengarang dan pencipta lagu kebangsaan Indonesia, "Indonesia Raya", dan pahlawan nasional Indonesia. Tanggal lahirnya ditetapkan sebagai hari musik nasional.

W.R Soepratman adalah seorang pahlawan Indonesia. Ia lahir Di Purworejo, Jawa Timur pada tanggal 09 Maret 1903 (ditetapkan Oleh Presiden Republik Indonesia ke 3 Megawati Soekarnoputri) ketika masa penjajahan Belanda di Indonesia masih berlangsung dan meninggal pada tanggal 17 Agustus 1938 di kota Surabaya, Jawa Timur. Atas jasanya, ia diberikan gelar sebagai pahlawan nasional Indonesia.

Saat penutupan Sumpah Pemuda, ia memainkan sebuah lagu secara instrumental dengan biola yang kini dikenal sebagai lagu Indonesia Raya.

8. S. Mangoensarkoro

Pejuang di bidang pendidikan nasional, ia dipercaya menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada tahun 1949 hingga tahun 1950.

Saat Kongres Pemuda I dan II, dia sering berpendapat mengenai pendidikan untuk bangsa Indonesia.

9. Kartosoewirjo

Kartosoewirjo seorang tokoh Islam Indonesia yang memimpin pemberontakan Darul Islam melawan pemerintah Indonesia dari tahun 1949 hingga tahun 1962, dengan tujuan mengamalkan Al-Qur'an dan mendirikan Negara Islam Indonesia berdasarkan hukum syariah.

Walau begitu, dia merupakan salah satu tokoh penting dalam pembuatan Teks Sumpah Pemuda 1928.

10. Kasman Singodimedjo

Ia pernah menjadu Jaksa Agung Indonesia periode 1945 sampai 1946 dan juga mantan Menteri Muda Kehakiman pada Kabinet Amir Sjarifuddin II. 

Selain itu ia juga adalah Ketua KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat) yang menjadi cikal bakal dari DPR.

11. Mohammad Roem

Roem merupakan aktivis pemuda sekaligus mahasiswa hukum. Rasa nasionalisme tumbuh dalam dirinya setelah mendapatkan perlakukan diskriminatif di sekolah Belanda.

Akhirnya, ia bertekad untuk ikut serta dalam perumusan ikrar Sumpah Pemuda. Selain itu, ia juga merupakan seorang diplomat dan salah satu pemimpin Indonesia di perang kemerdekaan Indonesia. Selama masa kepemimpinan presiden Soekarno, ia menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri, Menteri Luar Negeri, dan kemudian Mendagri.

12. A.K. Gani

Pria bernama asli Adnan Kapau Gani ini merupakan aktivgis pemuda yang lahir di Palembang, Sumatra Barat pada tahun 1905.

Dia bergerak dalam organisasi Jong Sumatra Bond. Ia merupakan seorang dokter, politisi, dan tokoh militer Indonesia. 

Ia pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri pada Kabinet Amir Sjarifuddin I dan Kabinet Amir Sjarifuddin II.

13. Sie Kong Liong

Nama pria yang satu ini seringkali disebut saat membicarakan Sumpah Pemuda. Ternyata, ia adalah pemilik rumah tempat berlangsungnya Kongres Pemuda II. Rumah itu terletak di Jalan Kramat Raya.

Kini, rumah itu telah dijadikan sebuah museum.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00