Gubernur Tandingan Ahok Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Fahrurozi Ishaq

KBRN, Jakarta: Kabar duka datang dari tokoh Betawi, Fahrurrozi Ishaq. Ia dikabarkan meninggal dunia, Selasa (27/10/2020) dini hari, di RS Hermina Jakarta Timur, akibat Covid-19.

Seperti yang diketahui, ia merupakan Gubernur tandingan Ahok yang dilantik oleh Front Pembela Islam (FPI). Ia  sempat menjalani tes swab PCR di RS Polri, dan hasilnya dinyatakan positif terpapar Covid-19.

“Innaaa Lillahii Waa Innaa Ilaihii Rojiun … Telah meninggal dunia KH Fakhrurrozi Ishaq Ulama kecintaan umat Islam dan tokoh Betawi, hari ini Selasa 27 Oktober 2020 jam 00.15 WIB dinihari Di RS Hermina. Semoga Allah SWT menempatkan almarhum di tempat yang paling mulia,” demikian kabar yang dikutip dari Indopolitika.com, Selasa (27/10/2020).

Kabid Pelayanan Medis dan Perawatan RS Polri, Kombes Pol Yayok Witarto mengatakan,  pihaknya sempat menawari Fahrurrozi Ishaq untuk dirawat di ruang VVIP khusus Covid-19. Namun, Yayok menyebut, Fahrurrozi menolak dan akhirnya meninggal dunia di rumah sakit lain.

"Beliau direkomendasikan dirawat di Ruang VVIP COVID, namun tidak berkenan dan Beliau meninggalnya tidak di RS Polri," tutur Yayok.

Tokoh kelahiran Kampung Kober Ulu, Jatinegara, Jakarta Timur pada 11 November 1954 silam ini, menjabat sebagia Ketua Gerakan Masyarakat Jakarta. GMJ dibentuk oleh ulama, sejumlah tokoh Betawi, dan ormas Islam Betawi.

Ia mengenyam pendidikan di madrasah ibtidaiyah, SMP, dan SLTA. Dia juga pernah belajar d Pesantren As-Saqofah, Tebet. Organisasi besar yang pernah dibentuk Fahrurrozi Ishaq adalah Wadah Silaturahim Asatidz Ulama atau Wasiat Ulama.

Fahrurrozi dilantik FPI dan Gerakan Masyarakat Jakarta, pada 1 Desember 2014. Bang Rozi, sapaannya, jadi pemimpin simbol penolakan terhadap Ahok yang sebelumnya telah dilantik Presiden Joko Widodo menjadi Gubernur DKI Jakarta, 19 November 2014.

Program Bang Rozi yang pertama ialah menjadikan Jakarta sebagai ibu kota yang agamis, religius, aman serta nyaman. Kedua, mengajak masyarakat melakukan revolusi akhlak, bukan revolusi mental yang menurutnya pernah digunakan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Ketiga, melindungi harta rakyat Jakarta dengan cara mendesak DPRD memboikot APBD agar tidak diselewengkan Ahok dan mendesak pengusutan kasus dugaan korupsi bus Transjakarta.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00