Santri Harus Melek Iptek

(Dok: Antara)

KBRN, Jakarta: Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Benny Susetyo mendorong Santri harus dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) di era digital ini.

"Ke depan di harapkan pemerintah memberi kontribusi peningkatan kualitas para santri untuk masuk dalam era digital," kata Romo Benny dalam keterangan tertulisnya kepada rri.co.id, Kamis (22/10/2020). 

Selain itu, lanjutnya, santri juga diharapkan memberikan sumbangsih bagi kemajuan Bangsa ini dalam menjaga kemajemukan Bangsa dan membangun nilai kemandirian dalam wirausaha.

Peringatan Hari Santri sebagai wujud dari nilai-nilai perjuangan bangsa dan berperan dalam merebut kemerdekaan.

Peringatan Hari santri menjadi momentum bagi bangsa dan negara untuk kontribusi bagi para santri agar mampu bersaing dalam era global.

"Nilai-nilai dalam perwujudan cinta tanah air dan persaudaraan kebangsaan ini sangat penting dalam pendidikan pondok pesantren", tegasnya.

Sebelumnya, peran santri dalam merebut dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari kolonialisme mendapat perhatian pemerintah. 

Presiden Joko Widodo mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 Tentang ditetapkannya Hari Santri Nasional pada tangga 22 Oktober.

Menanggapi hal itu, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof. Drs. K.H Yudian Wahyudi, M.A., Ph. Mengucapkan terimakasih kepada Presiden Joko Widodo karena sudah berani menetapkan Keppres tersebut.

"Saya ucapkan terima kasih kepada bapak Presiden yang berani terbitkan Keppres dan menghargai kaum Santri", ucapnya saat membuka webinar Hari Santri Nasional dengan tema Nasionalisme Santri, Ketahanan Pancasila dan Idonesia yang Kuat, Kamis (22/10/2020).

Lulusan Pondok Pesantren Tremas, Pacitan dan Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta itu juga berterimakasih kepada Presiden karena telah memberdayakan Sumber Daya Manusia dari kalangan santri seperti dirinya sebagai Kepala BPIP.

"Dari santri untuk NKRI dan sekarang NKRI untuk Santri", terangnya.

Dalam kesempatan yang sama Anggota Dewan Pengarah BPIP Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A mengatakan hari santri Nasional merupakan hari yang sangat mulia karena mempunyai nilai sejarah melawan penjajah dengan atribut kelompok umat islam.

"Santri menjadi mitologi yang menjadi atribut kelompok umat Islam yang melawan penjajah," terangnya.

Menurut ketua PBNU itu juga menegaskan, santri merupakan cikal bakal umat yang mampu mempertahankan NKRI yang mengedepankan persaudaraan.

"Yang sangat penting sekali ukhuwah Wathoniyah, jika persaudaraan itu ada maka, lahirlah sebuah bangsa yang kokoh yang memiliki akhlak mulia, hormat kepada masyarakat kepada pemerintah, kepada guru", ucapnya.

Dirinya juga mengakui persoalan perbedaan suku sudah tidak ada lagi, namun yang menjadi pekerjaan rumah adalah persoalan agama yang selalu dikaitkan dengan nasiomalisme.

"Indonesia bukan negara Islam bukan negara kafir, tetapi Darussalam negara yang damai, negara kebangsaan satu saudara satu ikatan, seperti sistem yang dipakai Nabi Muhammad yang membangun Madinah," jelasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00