BPN Jadikan Jateng Tumpuan Target PTSL Terbesar

KBRN, Magelang: Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN, Himawan Arief Sugoto mengatakan bahwa Jawa Tengah merupakan salah satu tumpuan target PTSL terbesar mereka. Selaras dengan target sertifikasi tanah melalui PTSL di Jateng selesai pada tahun 2023.

"Walaupun tahun 2020 adanya penghematan anggaran dan berkurangnya target PTSL, tapi saya mengucapkan terima kasih kepada pejabat BPN di Jateng atas kerja kerasnya,” kata Himawan dalam keterangannya di Magelang, Jateng, Rabu (21/10/2020).

“Pada tahun 2021 nanti target setiap daerah cukup besar bahkan target sertipikat lebih besar daripada peta bidang, ini merupakan tugas besar bahkan berat untuk Jateng," pungkasnya

Lebih lanjut Himawan Arief Sugoto mengingatkan petugas di lapangan bahwa kuantitas itu penting tapi jangan sampai melupakan kualitas. 

"Kuantitas itu penting namun lebih penting adalah kualitas, jangan sampai meninggalkan masalah di belakang hari. Jadi pesan saya agar dipersiapkan sebaik mungkin agar menghasilkan kualitas yang baik,” katanya.

“Jadi nanti kinerja dalam mengukur PTSL, saya minta Pusdatin menyandingkan progres kuantitatif dan progres kualitas nanti akan dibandingkan lagi dengan serapan anggaran," lanjut Himawan.

"Saat ini kita punya beberapa program strategis selain PTSL yang saat ini juga menjadi fokus dan proyek utama kita. Mungkin bisa dibilang menghabiskan lebih banyak waktu kita di situ, tapi jangan sampai meninggalkan atau melupakan program atau target kita yang lain seperti pengadaan tanah, penataan agraria, penanganan sengketa," tambahnya.

Dalam rangka mencapai Realisasi Kinerja Fisik dan Anggaran di atas 90% dan sebagai bentuk tindak lanjut hasil pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Nasional Terpusat, Kanwil BPN Jateng melaksanakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda).

Kakanwil BPN Jateng Embun Sari dalam laporannya mengatakan Rakerda ini merupakan tindak lanjut penajaman dan penjabaran dari Rakerda terpusat yang sebelumnya sudah dilaksanakan. 

"Rakerda ini terinspirasi dari Perpres 39 Tahun 2019 soal Satu Data Indonesia, bahwa data kami merupakan data spasial yaitu data peta lengkap dan data tekstual yang memuat seluruh informasi terkait bidang tanah, land tenure, land velue, land development dan land use,” ucap Embun.

“Jadi kalo kita bicara desa lengkap terintegrasi dengan data tekstual, kami beranjak dari satu desa ke desa yang lain hingga membentuk 1 (satu) kecamatan dan membentuk 1 (satu) kabupaten yang kita harapkan 1 (satu) Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2024 bisa kita penuhi.”

“Dan kita sudah mengevaluasi rencana kita di tahun 2021, sudah kita susun dan kita rangkum apa saja yang akan kita laksanakan," ujarnya.

Rakerda ini diikuti oleh Kepala Kantor Pertanahan, Kepala Subbagian Tata Usaha, Kepala Seksi Infrastruktur Pertanahan, dan Kepala Seksi Hubungan Hukum Pertanahan di lingkungan Kanwil BPN Provinsi Jawa Tengah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00