Acara KAMI tak Berizin, Din: tak Perlu

Foto : (Dok. Ist)

KBRN, Jakarta: Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Din Syamsuddin mengatakan, acara KAMI di Gedung Juang 45 Surabaya dibubarkan karena alasan melanggara protokol kesehatan Covid-19.

Terkait izin, Din menyebut, apapun kegiatan cukup dengan jalan memberitahukan ke pihak kepolisian, tanpa ada perizinan.  

BACA  JUGA: Deklarasi KAMI Ditolak, Gatot Sebut Pendemo Dibayar

"Itu dibubarkan Polisi dengan alasan melanggar protokol Covid-19. Kan sekarang setelah reformasi tidak perlu izin, semua acara, termasuk, demo cukup kirim pemberitahuan," ucap Din dalam keterangannya, Senin (28/9/2020).

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, acara tidak mendapatkan izin, sebab pihak KAMI baru meminta izin ke polisi dua hari sebelum acara. 

BACA JUGA: Deklarasi KAMI di Surabaya Diwarnai Sweeping Penolakan

"Untuk acara dengan cakupan nasional, perizinan harus minimal 21 hari," ucapnya.

Trunoyudo mengungkapkan, bukan tanpa alasan pihaknya membubarkan acara itu. Yakni semata menyelamatkan masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Selain dibubarkan polisi, acara juga mendapat penolakan dari beberapa kelompok yang berunjuk rasa. 

BACA JUGA: Tanpa Izin, Deklarasi Gatot Nurmantyo Dibubarkan Polisi

"Kelompok aliansi yang tadi berkumpul itu kita lakukan proses penghentian kegiatannya. Tergabung di dalam kelompok gugus tugas. Karena kita tahu betul situasi saat ini kan Jatim masuk bagian perhatian secara nasional untuk pandemi Covid-19. Dalam penggeloraan kegiatannya, Jatim sedang menggelorakan kegiatan sosialisasi, edukasi preventif sampai dengan operasi yustisi, dengan penindakan dan penegakan hukum terkait kerumunan," kata Trunoyudo, Senin (28/9).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00