Nekad Gelar Dangdutan, Proses Hukum Menanti

(Dok: Antara)

KBRN, Jakarta: Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta Polri untuk memproses hukum Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Jawa Tengah, Wasmad Edi Susilo karena nekat menggelar konser dangdut untuk pernikahan dan khitanan anaknya di tengah kondisi pandemi Covid-19. Konser yang digelar di Lapangan Tegal Selatan pada Rabu (23/9/2020) malam telah memicu kerumunan massa dan tak mengindahkan protokol kesehatan. 

"Memang hal itu sangat disayangkan Gus @gusmusgusmu. Sy sdh meminta Polri utk memproses hukum ini sbg tindak pidana. Sy yakin induk parpolnya jg bs menindak sebab selain sdh berkomitmen di DPR semua sekjen parpol dlm pertemuan dgn Pemerintah/KPU/Bawaslu tgl 22/9/20 jg berkomitmen," tegas Mahfud di akun Twitter pribadinya @mohmahfudmd, Jumat (25/9/2020). 

Hal itu dikatakan Mahfud menanggapi keluhan tokoh Nahdlatul Ulama, KH. Mustofa Bisri atau Gus Mus atas konser dangdut yang digelar Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Jawa Tengah, Wasmad Edi Susilo. 

"Rakyat, minimal yg diwakili NU dan Muhammadiyah, telah meminta Pemerintah menunda Pilkada Serentak. Tapi tampaknya pemerintah masih yakin dengan kemampuannya menjaga dan menanggulangi dampak pandemi. Kita khawatir yg yakin hanya yg di Atas sana. Di bawah seperti dlm berita ini?" tulis Gus Mus di akun Twitter pribadinya @gusmusgusmu. 

Terkait dengan kegiatan tersebut, Kapolsek Tegal Selatan Kompol Joeharno angkat bicara. Menurut dia, saat yang bersangkutan mengajukan izin acara, awalnya mengaku hanya akan membuat acara sederhana dengan panggung kecil untuk sekadar menghibur tamu. Namun, saat siangnya dicek, ternyata sebaliknya. Acara yang digelar tersebut cukup megah dan memicu kerumunan massa. 

Menyikapi hal itu, pihaknya sudah bersikap dengan berusaha menegur yang bersangkutan untuk tidak melanjutkan. Bahkan, izin acara yang diberikan sudah dicabut karena dianggap tidak sesuai dengan permohonan awal. 

Meski demikian, Wasmad ternyata bersikukuh untuk tetap ingin melanjutkan, dengan alasan sudah telanjur dipersiapkan. "Karena kegiatan ini sudah disiapkan, maka dia (tuan rumah) menyatakan tidak akan melibatkan TNI dan Polri untuk pengamanan dan akan menanggung sendiri semua risiko yang terjadi," kata Joeharno seperti dikutip dari kompas.com.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00