Didukung Jokowi, Program Reforma Agraria akan Dipercepat

Sofyan Djalil. (Foto: Ist)

KBRN, Jakarta: Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A Djalil mengatakan Reforma Agraria merupakan program pemerintah yang penting dan harus dipercepat. Sejalan dengan hal itu, Kementerian ATR/BPN terus melakukan Inventarisasi Tanah Objek Reforma Agraria (TORA).

“Sekarang pemerintahan Presiden RI Joko Widodo serius memikirkan Reforma Agraria, berbagai regulasi dan inisiatif telah dilakukan untuk menata masalah ini," kata Sofyan Djalil, Kamis (24/9/2020).

“Intinya kita akan berikan tanah ini kepada yang berhak menerima, membutuhkan, dan memanfaatkannya karena kalau tanah yang kita berikan tidak tepat kepada yang membutuhkan maka tidak akan membawa manfaat," sambungnya. 

Sofyan A. Djalil menjelaskan lebih lanjut dengan adanya Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) dapat mempermudah koordinasi lintas sektor antara pemerintah pusat dengan pemerintan daerah. 

“GTRA dibentuk untuk mempercepat program Reforma Agraria yang dipimpin setiap kepala daerah di daerahnya masing-masing dan Kementerian ATR/BPN terlibat secara aktif. Dengan adanya GTRA, kita bekerja sama untuk mencapai target yang diharapkan pemerintah," jelas pria kelahiran 23 September 1953 silam ini.

Konflik pertanahan terkadang sering terjadi di beberapa daerah seperti pelepasan kawasan hutan pada TORA. Untuk itu diperlukan koordinasi dan komunikasi yang kuat antara pemangku kepentingan guna menyelesaikannya. 

“Kementerian ATR/BPN dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berbeda, ATR/BPN di bawah Kemenko Perekonomian sedangkan KLHK dibawah Kemenko Marvest dan pada DPR RI berbeda komisi. Hanya di Komite 1 DPD RI itu sama dan harapannya dapat terjalin komunikasi lebih intensif," ujar Wamen ATR/Waka BPN, Surya Tjandra.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00