Oknum Prajurit Penyerang Polsek Ciracas Dominan Pengemudi

KBRN, Jakarta: Dari 65 oknum prajurit TNI yang menjadi tersangka penyerangan dan pengrusakan Mapolsek Ciracas, 57 orang adalah prajurit TNI Angkatan Darat (AD).

Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspomad), Letnan Jenderal TNI Dodik Wijanarko, mengatakan, dari 57 orang, 21 merupakan prajurit pengemudi.

"Mereka berdinas itu BP, bawah perintah. Jadi tugasnya melayani, dalam rangka sebagai pejabat pengemudi. Dari 57 itu, 21 adalah pengemudi," kata Dodik dalam jumpa pers, di Mabes POM TNI AD, Jl Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2020).

Dengan itu, proses pembinaan ke depan akan menjadi perhatian, terutama oleh pimpinannya sendiri sebagai yang dilayani.

"Karena pengemudi adalah melayani orang, sehingga proses pembinaan berjalan kurang maksimal. Sekarang kita tekankan, siapa yang menggunakan pengemudi, harus dibina juga, karena itu prajutir kita, dipersiapkan juga, bila nanti ditugaskan di tugas oprerasi," sebutnya.

Dodik menambahkan, dari total tersangka dari oknum TNI AD tersebut berasal dari 38 kesatuan.

"Jadi tersebar. Diketemukan di dalam group, sehingga mobilisasi mereka, informasi yang disebarkan di group," ucapnya.

Sebelumya total tersangka penyerangan Polsek Ciracas, Jakarta Timur, bertambah dengan total saat ini menjadi 65 prajurit TNI.

Dari 65 prajurit itu, 57 orang prajurit TNI Angkatan Darat, 7 Angkatan Laut, dan 1 Angkatan Udara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00