Bamsoet Sebut Pasukan Khusus BIN, Connie: 'Ngawur'

Pasukan Khusus Rajawali BIN.(DOk.Ist)

KBRN, Jakarta: Dunia intelijen Indonesia digemparkan dengan suatu video unggahan Ketua MPR Republik Indonesia Bambang Soesatyo dalam lini massa Instagram dengan menyebutkan “Pasukan Khusus Rajawali BIN”, alias pasukan di bawah komando Badan Intelijen Negara (BIN), pada Rabu (9/9/2020).

Spekulasi miring tentang pernyataan Bamsoet, sapaan Bambang Soesatyo ini juga tidak sedikit telah tercipta dari kalangan intelijen dan militer.

Akademisi dan peneliti pertahanan Connie Rahakudine Bakrie mengaku tidak mengetahui selama ini BIN memiliki pasukan khusus bernama Rajawali.

“Saya hanya ingin menjawab dengan sederhana. Dia (BIN) mau punya kapal bisa terbang, kapal bisa nyelem, mobil bisa dibuka dan melesat seperti petir, dan apa pun dia (BIN, red) mau punya, kalau itu sudah terbuka ke orang, jangankan di suatu acara seperti itu. (Memunculkan diri anggota BIN, red) ke satu orang saja, itu sudah melanggar prinsip dan hukum dari intelijen," kata Connie yang pernah tergabung dalam Chevening Executive Programme Democracy and Security, Birmingham University, Inggris saat dihubungi RRI.co.id, Sabtu (12/9/2020) malam.

"Which is kerahasiaan, kesenyapan, kesilumanan. Itu, nomor satu,” lanjut dia.

Masih dalam unggahan video Bamsoet di Instagram, dia juga memberikan keterangan terkait tempat acara “atraksi” Pasukan Khusus Rajawali BIN. Bamsoet menuliskan, “Inagurasi Peningkatan Statuta Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) di Plaza STIN, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/9/2020)”.

Connie kembali mempertanyakan “atraksi”, dan “pasukan khusus BIN” yang dimaksud Bamsoet.

“Nomor dua, itu (BIN, red) punya pasukan khusus. Untuk apa punya pasukan khusus? Kalau buat dia (anggota BIN, red) bersenjata, itu memang harus. Setahu saya, enggak ada (pasukan khusus BIN, red), apa dasarnya?,” kata Connie dengan penuh tanya.

Munculnya video dengan sebutan Pasukan Khusus BIN ini diakuinya juga menjadi perbincangan di kalangan pakar militer. Apalagi, dia menyebut konseptor dan pendiri Komando Nasional Resimen Mahasiswa, atau biasa dikenal Menwa, yakni Letjend TNI (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo juga telah memberikan pernyataan tidak pernah intelijen dipersenjatai senjata laras panjang.

Video unggahan Bamsoet itu menunjukkan seluruh anggota pasukan khusus itu mengenakan pakaian serba hitam lengkap dengan helm, kaca mata hitam, dan senjata laras panjang dipegang mereka saat beraksi di hadapan para tamu. Bahkan, banyak jenderal TNI terlihat hadir dalam video itu.

“Nomor tiga, saya waktu sekolah di Inggris itu, sering mewawancarai MI5, MI6 (Badan Intelijen Inggris Raya (UK), red). Dan selama saya bertemu mereka (para intelijen, red) yang diatur kampus saya, di Birmingham University. Saya tidak pernah tahu nama orangnya saja,” ungkap Connie.

Bahkan, Connie mengaku selama melakukan studi intelijen di Inggris, dia hanya mendapatkan nama dari MI5 dan MI6 dengan nama samaran.

“Misalnya, saya disuruh ketemu dengan Direktur MI5, namanya Mr.M Seven (tujuh, red). Nanti ketemu Director of Asia Pacific, namanya Mr. X Seven. Jadi, selama saya rapat, wawancara, dan sampai sekarang, saya tidak tahu nama dia (para intelijen Inggris, red). Karena, enggak boleh, itulah intelijen,” terang dia.

Dia juga menyebut, seorang intelijen tidak boleh ketahuan nama dan wajah.

“Ini coba. Jangankan senjata, dan lain dilihatin (termasuk wajah, red). Jadi menurut saya, sangat disayangkan, BIN ini setahu saya dipegang (dikepalai, red) Pak BG (Budi Gunawan) dananya enggak terbatas, karena betul betul dibangun profesional,” kata Connie.

Tapi, kata dia, itu semua berujung “mentalitas Melayu”.

“Kenapa? Jadi, semua alat peralatan semahal apa pun yang dibeli (BIN, red) menurut saya, (itu, red) menjadi percuma. Dengan kita akhirnya membuka ke dunia, bahwa kita itu siapa. Karena aku enggak pernah melihat orang intelijen seperti itu (Pasukan Khusus Rajawali BIN, red),” kata dia.

Indikasi Kepolisian

Seragam “Pasukan Khusus Rajawali BIN”, masih dalam video itu, seperti pasukan Brimob Polri. Saat ditanyai mengenai pengaruh “kekuasaan” Polri di BIN saat ini, Connie enggan bicara banyak. Tapi, dia mengakui bahwa pasukan di video itu memang nampak seperti Brimob.

“Saya juga enggak mengerti. Pasukan khusus (BIN) itu untuk apa? Penyerbuan? Penyerbuan intelijen kan, tidak begitu caranya. Tidak pakai seragam. Jadi, banyak hal menurut saya, menjadi bias. Antara mau membesarkan BIN, dengan membuat terbuka dengan yang tidak mau terbuka,” kata dia.

“Pokoknya, semua prinsip intelijen itu langsung gugur terjadi dari acara kemarin. Itu saja, kalau saya boleh ringkas dalam satu kalimat,” kata Connie.

Connie bahkan, memberikan celoteh mengenai orang orang yang mneghadiri acara dihadiri Bamsoet itu. Dia mengatakan, melihat satu orang TNI melipat tangan dan terlihat sangat tegang dalam video rekaman unggahan Bamsoet, dan juga itu membuat Connie ingin bertanya siapa orang tersebut.

“Itu yang gue lihat, orang paling waras, itu dia. Beneran. Mungkin dia lihat, apaan ini? Karena kalau yang lain (di rekaman video, red) senyam senyum. Paling enggak kayak melihat sesuata yang “wah”. Apalagi, Bamsoet. Apa dia (Bamsoet, red) bilang? Ngomong apa? Bangga? Duh, ngawur banget deh,” celoteh Connie.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00