Covid-19 di Sekolah, Hentikan Belajar Tatap Muka

Foto: ist

KBRN, Jakarta: Sebanyak enam klaster baru virus Covid-19 muncul usai sekolah di zona hijau dan kuning ‎melakukan proses belajar dan mengajar secara tatap muka. 

Anggota Komisi IX DPR, Netty Prasetiyani Aher meminta, agar pemerintah untuk sementara menghentikan proses pembelajaran tatap muka, agar kasus penularan virus tersebut tidak semakin bertambah. 

"Hentikan pembelajaran tatap muka hingga keadaan benar-benar aman berdasarkan evaluasi komprehensif. Pemerintah jangan bereksperimen dalam penanganan Covid-19. Taruhannya sangat mahal," kata Netty di Jakarta, Sabtu (15/8/2019).

Diketahui, berdasarkan data dari @LaporCOVID19 ada enam klaster penularan baru di sekolah, yakni klaster Sekolah Tulungagung, Klaster Sekolah Kalimantan Barat (Kalbar)‎, Klaster Sekolah Tegal, Klaster Sekolah Sumedang, Klaster Sekolah Pati, dan Klaster Sekolah Balikpapan‎.

Politisi PKS ini menyarankan agar pemerintah mengambil pelajaran dari Vietnam, Selandia Baru, dan Korea Selatan yang kembali menutup sekolah setelah kurva Covid-19 makin meningkat. 

Karenanya, lanjut Netty, pemerintah perlu menetapkan kurikulum darurat yang mengakomodir keragaman kondisi sarana prasarana pendidikan jarak jauh di setiap wilayah.

"Bukan hanya pusat perbelanjaan dan area publik, sekolah dan pesantren harus menjadi perhatian utama dalam proses pencegahan dan transmisi virus," tuturnya.

"Ini tanggung jawab negara dan seluruh elemen bangsa untuk masa depan generasi kita," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00