Baleg: 75 persen RUU Ciptaker Rampung Dibahas

Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI dari Fraksi PDI-Perjuangan, Hendrawan Supratikno (Dok RRI/Josua Sihombing/Istmw)

KBRN, Jakarta: Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Hendrawan Supratikno membenarkan adanya pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang mengklaim adanya Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) saat ini telah dibahas 75 persen.

Ia menjelaskan dari 75 persen itu, dari total 8.000 Daftar Inventaris Masalah (DIM), sekitar 1.800 DIM yang belum rampung dibahas secara bersama.

"Memang sudah 75 persen. Karena kurang lebih 8.000 DIM sudah diselesaikan sekitar 6.200 (DIM). Berarti tinggal sekitat 1.800 dim," jelas Hendrawan Supratikno kepada awak media, di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta (14/8/2020).

Dengan melihat akan sisa Daftar Inventaris Masalah RUU Cipta Kerja yang belum dibahas itu, Politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-Perjuangan) itu memperkirakan bahwa RUU tersebut dapat diselesaikan pada September 2020 mendatang.

"Kalau setiap hari kerja, bisa diselesaikan 50-100 DIM. Maka perkiraan kita, akhir September bisa kita selesaikan. Disahkan sebelum reses 9 Oktober," ucap Hendrawan.

Hal tersebut dikatakannya, dengan melihat adanya perizinan yang didapat Baleg dari Badan Musyawarah DPR, untuk membahas RUU Cipta Kerja tersebut selama masa reses menjadi berperan penting akan pembahasan tersebut.

Sebab Dia mengakui, sebelum masa reses, setiap kali pertemuan pembahasan RUU Cipta Kerja rata-rata pihaknya menyelesaikan pembahasan 100 DIM. 

"Kemarin selama masa reses rata-rata setiap kali pertemuan kita menyelesaikan 100 DIM," tutup Hendrawan Supratikno, Anggota Komisi XI DPR RI.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00