Pidato Kenegaraan Jokowi Dikritik, Kok Bisa?

KBRN, Jakarta: Menanggapi pidato Kenegaraan Presiden Joko Widodo sambut HUT RI ke 75, Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera menyoroti kebijakan dan penerapan mengatasi dampak ekonomi dan sosial yang masih lambat. Politisi dari Fraksi PKS yang merupakan oposisi Pemerintah menyebut fundamental ekonomi saat ini masih belum terlihat keluar dari dampak ekonomi Pandemi.

Mardani menyebutkan sektor yang prioritas diberikan stimulus yaitu UMKM dan peningkatan daya beli masyarakat, dimana menurutnya bantuan sosial saja masih ada salah sasaran hingga ketidakjelasan sasaran anggaran penanganan Pandemi. Dia menegaskan perlunya reshuffel menteri yang masih bekerja biasa saja.

"Pandangan saya jangankan melompat, berjalan pun kita susah kalau tidak ada perubahan fundamental, mulai dari lineup kabinet, mulai dari penajaman anggaran, UMKM kita jangankan suruh lari, siuman dari pingsan aja berat," kata Mardani Ali Sera kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Politisi PKS sebagai oposisi di Pemerintahan akan terus memantau kebijakan penanganan Pandemi yang masih lambat. Menurutnya kecepatan penyelamatan ekonomi dan kesehatan harus berjalan bersama dengan mengutamakan keselamatan masyarakat.

"Karena itu bicara mudah yang ditunggu kita semua, jelas 1 hari 2,3 hari ke depan ini apa sih pidato yang dalam tanda kutip kurang bagus pidatonya," tukasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00