Korban PHK Lebih Butuh Dana Subsidi Pekerja

Foto: ist

KBRN, Jakarta: Pengamat Ketenagakerjaan dari Universitas Airlangga Hadi Subhan menyatakan, korban pemutusan hubungan kerja (PHK) lebih membutuhkan dana subsidi pekerja Rp 600 ribu dari pemerintah.

Dia pun menilai, saat ini yang lebih dibutuhkan korban PHK adalah pemasukan ketimbang pelatihan. 

"Kalau perusahaan tidak mampu bayar pesangon, diberi subsidi pemerintah tadi," kata Hadi di Jakarta, Rabu (12/8/2020).

Lebih jauh, Hadi mengharapkan, kebijakan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah lebih realistis dalam melihat persoalan.

Sebab, korban PHK sama sekali tidak mempunyai gantungan hidup, ketimbang penerima dana subsidi pekerja yang notabenenya masih memiliki gaji Meskipun dibawah Rp 5 juta.

"Saat sekarang yang dibutuhkan bukan  pelatihan kerja," tukasnya.

Diketahui, pemerintah memutuskan untuk menambah jumlah anggaran bantuan subsidi pemerintah dari semula sebesar Rp 33,1 triliun menjadi Rp 37,7 triliun.

Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah dalam keterangan pers dari Kantor Presiden pada Senin (10/08/20) mengatakan, dengan bertambahnya jumlah anggaran, maka jumlah penerima subsidi bantuan pun juga bertambah, dari semula sebanyak 13.870.496 orang menjadi 15.725.232 orang. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00