Syarat PBM Tatap Muka Madrasah Versi Menag

Menteri Agama Republik Indonesia Jenderal (Purn) TNI Fachrul Razi didampingi Gubernur Lampung, Arinal Djunadi, saat berkunjung ke Provinsi Lampung, Selasa(11/08/20).

KBRN, Bandarlampung: Madrasah dan pondok pesantren (Ponpes) yang hendak menjalankan proses belajar mengajar (PBM) tatap muka haruslah memenuhi beberapa persyaratan.

Menteri Agama Republik Indonesia Jenderal (Purn) TNI Fachrul Razi menjelaskan, setidaknya ada empat syarat yang harus dipenuhi oleh madrasah dan ponpes yang ingin membuka PBM tata muka. 

“Diantaranya adalah harus ada persetujuan dari Pemerintah Daerah (Pemda) atau Kanwil," tegasnya saat memberikan sambutan dalam acara Penguatan Moderasi Beragama di Provinsi Lampung di Gedung Arofah 2, Komplek Asrama Haji Rajabasa, Bandar Lampung, Selasa(11/08/20). 

Syarat kedua menurut dia adalah persetujuan Kepala Madrasah untuk memenuhi protokol kesehatan yang ketat. Adapun yang ketiga adalah persetujuan dari perwakilan orang tua dan wali siswa yang tergabung dalam Komite Sekolah, serta persetujuan orang tua peserta didik. 

"Namun, jika orang tua tidak setuju maka peserta didik tetap belajar dari rumah dan tidak dapat di paksa,” jelas Fachrul.

Fachrul kemudian mengaku berharap agar semua pihak menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Agar semua peserta didik dapat melaksanakan pembelajaran dengan aman dan selamat dari Covid-19.

“Harapan kita orang tua dapat betul-betul peduli dengan aturan protokol kesehatan. Saya kira peran Pemda dan gugus tugas Covid-19 agar dapat mempertimbangkan hal ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Maka dari itu, Fachrul pun mempersilakan madrasah dan Ponpes untuk menyelenggarkan PBM tatap muka, asalkan harus melalui pertimbangkan yang matang.

“Yang penting syaratnya harus benar-benar dipenuhi, yakni lokasinya aman Covid-19, gurunya harus bersih, dan murid juga harus bebas dari Covid-19, serta wajib menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, seperti menggunakan masker, hand sanitizer dan sebagainya,” tegas Fachrul lagi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00