Pilkada 2020, Calon Tunggal Merupakan Musibah Demokrasi

Foto: ist

KBRN, Jakarta: Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) memperkirakan, calon tunggal melawan kotak kosong akan terjadi di 31 daerah pada Pilkada 2020 mendatang. 

Anggota Komisi II DPR Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menilia, fenomena calon tunggal merupakan musibah bagi demokrasi.

"Kian banyaknya calon tunggal tanda demokrasi yang tidak sehat," kata Mardani di Jakarta, Sabtu (8/8/2020).

Politisi Fraksi PKS ini menyatakan, bahwa demokrasi itu identik dengan kompetisi antara orang, sehingga tidak ada kompetisi orang lawan kotak kosong.

"Turunkan threshold untuk pilkada itu salah satu cara. Syarat 5-10 persen kursi sudah cukup. Itu memudahkan banyaknya partai mencalonkan pasangan," imbuhnya.

Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraeni menyebut, dari 31 daerah, 20 di antaranya menunjukkan kecenderungan calon tunggal yang kuat.

20 daerah itu antara lain Kota Semarang, Kota Surakarta/Solo, Kebumen, Grobogan, Sragen, Wonosobo, Ngawi, Wonogiri, Kediri, Kabupaten Semarang, Kabupaten Blitar, Banyuwangi, Boyolali, Klaten, Gowa, Sopeng, Pematang Siantar, Balikpapan, dan Gunung Sitoli.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00