Tes CPNS Surakarta, SKB Dilanjutkan

KBRN,Surakarta: Tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk Seleksi Kemampuan Bidang (SKB) Surakarta, Jawa Tengah akan segera dilaksanakan usai sempat tertunda karena pandemi Covid-19. Tes ini akan berlangsung, pada 1 September-12 Oktober 2020.

Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan Daerah (BKPPD) Pemkot Surakarta Nur Hariyani mengatakan, tes SKB untuk CPNS Kota Solo dilaksanakan di Universitas Sebelas Maret (UNS). Namun, peserta diberikan pilihan untuk melaksanakan tes menyesuaikan dengan lokasi terdekat dengan domisilinya. 

"Tes SKB tidak hanya di Lokasi Solo di UNS. Tapi peserta bebas memilih deket rumah seperti di Jakarta atau di mana bebas memilih," kata Nur Haryani di Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (7/8/2020).

Nur juga mengingatkan, lokasi pelaksananaan tes ini peserta harus mendaftar terlebih dahulu.

"Pendaftaran dimulai tanggal 1 Agustus lalu sampai paling lambat 7 Agustus ini pukul 00.00 WIB," kata dia.

Sampai Jumat siang Nur Hariyani menyampaikan, setidaknya dari 1.042 peserta lolos Seleksi Kemampuan Dasar, dan sudah ada 880 sudah konfirmasi ulang melaksanakan di UNS.

Sementara, lanjut dia, 140 orang akan mengikuti tes SKB diluar UNS. Sedangakan 62 peserta belum melakukan konfirmasi ulang.  

"Ini sudah pada daftar ya, karena SKB itu secara online,ada 62 yang belum daftar. Lalu 880 yang sudah mendaftar dari total 1.042 peserta," jelas Nur Hariyani.

Sementara itu untuk pelaksanaan tes SKB, BKPPD Solo masih menunggu jadwal dari BKN. Namun demikian menurut Nur Hariyani tes akan dilaksanakan dengan Protokol Kesehatan. Peserta pun juga harus membawa surat keterengan sehat bebas Covid 19.

"Ini masih dibahas sama tim (aturan). Tapi peserta saat perjalanan tidak boleh mampir mampir. Dari pppppppppppp asal udah diperiksa juga ada tim kesehatan maka mengikuti protokol kesehatan," terang Nur.

Sementara itu satu ruangan dari biasanya ditempati 400 orang, nantinya setiap sesi hanya 100 orang.

"Karena harus dilakukan penyesuaian jarak. Setiap hari diperkirakan 3-4 sesi, mengingat setelah dan sebelum tes dilakukan penyemprotan disinfektan. Termasuk nantinya untuk absen dipastikan tidak dengan tatap muka. Nanti ada scannernya," kata Nur.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00