Covid-19 Belum Usai, BIN Turun Tangan

Tim Velox Pejaten BIN lakukan sterilisasi dilingkungan Mesjid Besar Cimahi Utara (Foto:Amelia Hastuti/RRI)

KBRN, Cimahi: Pemerintah Indonesia menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) karena berdasarkan peraturan yang diberlakukan World Health Organization (WHO) virus Corona tidak akan hilang. Badan Intelijen Negara (BIN) ternyata juga telah menerapkan AKB sebagai langkah tepat dalam memacu perekonomian Indonesia.

"Selain itu AKB diterapkan agar perekonomian tetap berjalan dan tidak ada masyarakat yang terkena PHK seperti selama ini," kata Juru Bicara Tim Velox Pejaten Badan Intelejen Negara (BIN) Abdul Razzaq kepada RRI di Mesjid Besar, Kecamatan Cimahi Utara, Jalan Cihanjuang Cibabat, Kota Cimahi, Jawa Barat, Jum'at (7/8/2020).

Penerapan AKB, lanjut Razzaq, aktivitas masyarakat berjalan normal berdampingan dengan Corona dengan tetap memberlakukan protokol kesehatan. Sehingga, kata dia, masyarakat tetap produktif dan tetap aman dengan menyesuaikan perubahan pola hidup.

Menurut Razzaq, Badan Intelijen Negara (BIN) melalui Tim Velox Pejaten melaksanakan beberapa kegiatan dalam rangka mendukung penerapan 

Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) antara lain kegiatan sosialisasi/edukasi, penyemprotan disinfektan, pembagian hand sanitizer dan masker kepada masyarakat agar tetap hidup produktif dan terhindar dari penularan virus corona di Kota Cimahi.

Dalam kesempatan ini, Tim Velox Pejaten melaksanakan sosialisasi, edukasi, dan dekontaminasi di Masjid Besar Cimahi Utara, Jalan Cihanjuang Kelurahan Cibabat Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi, usai Sholat Jum'at.

Itu masih dalam rangka pencegahan penularan COVID-19 di lingkungan DKM Masjid Besar Cimahi Utara.

"Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari selama lima bulan. Sejak kemunculan covid kita sudah menjalankan ini, karena Badan Intelijen Negara merasakan membutuhkan adanya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Karena kan tidak semua masyarakat memperhatikan perkembangan Covid, atau nonton televisi setiap hari melihat perkembangan covid," ujarnya.

Razaq menyebutkan, untuk kegiatan sosialisasi, edukasi, dan dekontaminasi, telah dilaksanakan di beberapa tempat, yaitu tempat ibadah seperti masjid, gereja, pura, dan vihara. Kemudian di berbagai fasilitas umum seperti pasar, stasiun, halte, terminal hingga rest area.

Sekaligus beberapa fasilitas sosial lainnya seperti pondok pesantren, panti asuhan, hingga yayasan sosial. Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat Indonesia untuk siap dalam menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru, seperti yang telah dicanangkan oleh pemerintah.

Tim Velox Pejaten mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kerjasama dari seluruh keluarga besar Masjid Besar Cimahi Utara yang sangat kooperatif mengikuti rangkaian kegiatan yang difasilitasi sesuai dengan protokol kesehatan. 

"Masjid Besar Cimahi Utara menjadi prioritas karena mempertimbangkan kondisi masjid sebagai fasilitas umum untuk melaksanakan ibadah di masa pandemi yang sangat rentan terhadap adanya penularan atau penyebaran COVID-19. Hal tersebut dapat diantisipasi dengan peningkatan kualitas kesehatan lingkungan masjid dan disiplin mematuhi protokol kesehatan dalam setiap kegiatan," terangnya.

Sementara dr Jares Clinton dari Unit Kesehatan BIN saat memberikan penyuluhan kepada warga. Dia menerangkan, tentang gejala penyakit Covid-19 yang disebabkan oleh virus Corona, serta berbagai upaya dan langkah pencegahannya.

Ia juga memaparkan tentang penerapan AKB sebagai upaya pencegahan meluasnya wabah Covid-19, dengan selalu menggunakan masker, sarung tangan, hand sanitizer, face shield, dan perlengkapan ibadah sendiri.

Selain membagikan masker, dan vitamin C, Tim Velox Pejaten juga melakukan sterilisasi di seluruh ruangan dalam dan luar mesjid dengan menyemprotkan cairan disinfektan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00