Empat Syarat Pesantren dan Madrasah KBM Tatap Muka

Santriwati menjalani pemeriksaan sebelum memasuki kawasan Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, sejak Juli 2020 lalu (Ant/Syaiful Arif)

KBRN, Jakarta: Secara bertahap pemerintah mulai membuka kembali sistem belajar tatap muka di sekolah.

Meski demikian, protokol kesehatan tetap harus diberlakukan secara ketat di semua sekolah yang mulai kegiatan belajar mengajar tatap muka.

Kementerian Agama menyetujui keputusan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait mulai dibukanya sistem belajar tatap muka di zona kuning.

Menteri Agama RI, Fachrul Razi

Menteri Agama Fachrul Razi pada Jumat (07/08/20) mengatakan, tentunya sekolah madrasah dan pesantren akan terus menyesuaikan dan melaksanakan protokol kesehatan secara ketat, sesuai keputusan SKB menteri. 

"Tapi Alhamdulillah, kita punya empat persyaratan," ujar Menag Fachrul Razi.

Pertama, lokasi aman COVID.

Kedua, ustad dan guru aman COVID.

Ketiga, santrinya aman COVID.

Keempat, menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

"Alhamdulillah sejauh ini yang kita tahu, yang baru kena sebanyak tiga pesantren. Jadi persentasenya kecil," jelas Menag. 

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyatakan bahwa wilayah zona kuning sudah dapat mulai melakukan kegiatan belajar secara tatap muka.

Namun, pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Per tanggal 2 Agustus, ada 163 zona kuning yang kiranya nanti akan bisa dilakukan kegiatan belajar tatap muka, tetapi sesuai kebijakan Kemendikbud, polanya hampir sama dengan zona hijau. Artinya keputusan untuk memulai sekolah dikembalikan kepada daerah bupati/walikota dan gubernur, karena para pejabat itulah yang paling tahu [kondisi] di daerah masing-masing," kata Kepala BNPB Doni Monardo, dalam konferensi pers virtual, Jumat (7/8/2020).

Lebih lanjut, Doni menjelaskan bahwa rencana memulai kegiatan sekolah tatap muka selain di zona hijau, yaitu di zona kuning telah dilaporkan kepada Presiden Jokowi.

Doni mengungkapkan saat ini sudah ada beberapa daerah yang memulai uji coba belajar tatap muka, tapi dalam pelaksaanaannya ternyata tidak mudah.

Pasalnya, tidak seluruh orang tua mengizinkan anaknya belajar secara tatap muka di sekolah.

Sementara itu, berdasarkan data yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19, data zonasi risiko Covid-19 periode 27 Juli - 1 Agustus 2020 mencatat ada 163 kabupaten/kota berisiko rendah atau zona kuning.

Selain itu, ada 51 kabupaten/kota yang tidak ada kasus baru atau zona hijau dan ada 35 kabupaten/kota yang tidak terdampak dan masuk juga dalam zona hijau.

Di sisi lain, masih ada 33 kabupaten/kota yang berisiko tinggi atau zona merah dan ada 194 kabupaten/kota yang berisiko sedang atau zona oranye.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00