Doni Monardo Soroti Kepatuhan Bermasker Masih Rendah

Doni Monardi dan Ridwan Kamil

KBRN, Bandung: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selaku Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 dipastikan terus beruapaya menguatkan koordinasi penanganan bencana dengan daerah, salah satunya Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Atas itu, Kepala BNPB Doni Monardo menjelaskan, kedatangannya di Bandung dalam rapat koordinasi bersama Gubernur Jabar Ridwan Kamil membahas agenda utama tentang sosialisasi.  

"Berdasarkan survei sejumlah lembaga, mencatat kepatuhan masyarakat menggunakan masker, masih di bawah 50 persen, karena itu penting setiap hari mengingatkan menggunakan masker dalam berbagai aktivitas, menjaga jarak, rajin mencuci tangan, hingga menghindari kerumunan," kata Doni di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (6/8/2020).

Selain itu, Doni menyinggung, SDM tenaga medis menangani Covid-19, masih kurang, terbukti dari 278 alat PCR dimiliki, masih sedikit yang dapat melakukan spesimen pemeriksaan pasien, sehingga penambahan petugas medis menangani PCR perlu ditingkatkan.

"Saat ini di indonesia ada 278 lab PCR, tetapi belum diikuti dengan SDM petugas laboratorium, contoh di Sumatra Barat, satu lab mampu memeriksa spesimen 2500, artinya dengan jumlah alat PCR yang ada tidak perlu kita tambah, tetapi petugas medisnya yang harus ditambah dan kualitasnya," ujar Doni.

Adapun, terkait sosialisasi Covid-19, Doni mengapresiasi, kolaboratif pemerintah Jawa Barat dengan media massa. Perihan ini, lanjutnya, terbukti 63 persen tingkat kepatuhan masyarakat dipengaruhi media.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjelaskan, pihaknya mempercayai teori dan studi dari konsultan ekonomi, bahwa metode lockdown (karantina wilayah) dan memakai masker sama-sama dapat menurunkan derajat penularan.

Namun, kata Ridwan, kampanye memakai masker, menjadi dimensi yang disarankan oleh berbagai pihak, sebab aktivitas ekonomi harus tetap berjalan.

"Kami meyakini teori dari konsultan ekonomi bahwa lockdown dengan memakai masker sama-sama ampuh menurunkan derajat penularan corona, dan yang kami pakai metode memakai masker, karena kegiatan ekonomi tetap berjalan, walaupun kedisiplinan dan kepatuhan masyarakat, memang harus terus diterapkan," imbuh Ridwan.

Dalam kesempatan itu, ia mengucapkan, terima kasih atas bantuan berjuta masker dari BNPB, sebagai bagian dari kampanye wajib masker, terutama pasca hadirnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 tahun 2020 tentang sanksi yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00