Hut RI ke-75, Akan Ada Suara Sirine

KBRN,  Jakarta: Pemerintah Daerah diminta membunyikan sirine di lokasi strategis pada setiap masing - masing wilayah pada 17 Agustus 2020, pukul 10.17 WIB bersamaan dengan pengibaran Bendera Merah Putih, untuk memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-75.

Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono mengatakan, pemerintah daerah dapat memberdayakan infrastruktur di wilayah masing masing agar sirine serentak berbunyi di seluruh Tanah Air.

"Pukul 10.17 WIB, sirene di seluruh Tanah Air berbunyi, mari kita semuanya bersikap sempurna, menghormati bendera yang kita cintai yang akan dikibarkan pada tanggal 17 Agustus,” kata Heru dalam keterangan pers secara daring dari Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (06/08/2020).

Pemerintah daerah menurut Heru, dapat mengerahkan mobil dinas pemadam kebakaran, mobil dinas perhubungan, dan mobil satuan kerja daerah lainnya di titik-titik strategis tersebut.

“Disiapkan di semua titik-titik strategis, di pasar, di perempatan jalan. Sehingga pada pukul 10.17 WIB, mereka bisa mendengarkan sirene yang disiapkan pemerintah daerah. Mengacunya bagaimana? Pukul 10.17 saat bendera itu dikibarkan,” ujarnya.

Saat waktu menunjukkan pukul 10.04 WIB, masyarakat di seluruh Tanah Air diimbau untuk sudah bersiap-siap melakukan sikap sempurna seiring akan dibacakannya Teks Proklamasi di Istana Kepresidenan.

Hal itu juga menyesuaikan waktu sesuai zona wilayah masing-masing agar dapat serentak memperingati kemerdekaan RI. Begitu juga masyarakat dan perwakilan pemerintah di luar negeri, dapat menyesuaikan waktu dengan zona waktu Indonesia.

“Misalnya beda waktu dua jam di timur berarti 12.17 WIT mereka harus mengikuti itu. Bagaimana dengan mereka yang di luar negeri? Kami sudah koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, jika itu memungkinkan, waktunya hanya beda tiga, empat, lima jam, wajib untuk mengikuti. Tentunya kalau waktunya beda 10 jam, di luar negeri malam hari, tentunya tidak bisa,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama,  Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Setya Utama mengatakan, terdapat pengecualian bagi warga Indonesia untuk mengambil sikap sempurna dan berdiri tegak saat memperingati kemerdekaan. 

Warga Indonesia yang mendapat pengecualian itu adalah warga yang sedang beraktivitas dengan risiko berbahaya jika harus mengambil sikap sempurna.

“Di surat edaran Mensesneg, ada ketentuan bahwa bagi mereka yang sedang melakukan aktivitas tertentu yang itu membahayakan apabila harus berhenti, katakanlah dengan melaju di jalan tol, atau di jalur cepat, tidak perlu melakukan ini karena membahayakan. Tapi bagi yang lain, mohon diusahakan untuk mengikuti acara ini,” kata Setya.

Peringatan HUT RI ke 75 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2020  tetap akan diselenggarakan meski Indonesia tengah di landa pandemi covid 19.

Namun upacara digelar secara terbatas dan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk mencegah penularan virus corona.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00