ABK Indonesia Meninggal, Jenazah Diturunkan di Afrika

Proses Saat Jenazah Almarhum Diturunkan Dari Kapal (Dok:Istimewa)

Menurutnya, informasi yang diterima dari Ridwan Airin, salah satu ABK asal Rua Ternate, Kecamatan Ternate Pulau, yang kebutulan satu kapal dengan almarhum melalui video call mengatakan bahwa, almarhum memang mengalami sakit dan sempat muntah.

“Almarhum lemah, kaki bengkak sehingga dibawa ke kamar dan selanjutnya meninggal dunia,” katanya.

Bahkan sebelum meninggal, kata Ridho, almarhum sempat menanyakan kepada Ridwan kapan kapal akan bersandar.

“Almarhum sempat tanya pada rekannya bahwa kita sudah sampai di pelabuhan atau belum, dan kapan kita sampai? Ridwan jawab masih lama,” tururnya seraya melanjutkan keterangan Ridwan.

Selain masih mencari tahu sebab akibat meninggalnya almarhum, kepastian kontrak kerja terus coba ditelusuri ke perusahaan yang diurus oleh Warsito.

“Kalau pak Warsito yang urus tentunya ini ada kaitan dengan dua perusahaan yang memiliki satu payung hukum, yakni PT. Delta Samudra Berjaya dan PT. Lakemba dan PT. Delta Samudra Berjaya," terang Ridho.

“Saya masih cari tahu dulu almarhum dikontrak perusahan yang mana dari semua perusahan itu,” tegasnya.

Untuk jenazah Riki, kata Ridho, pihaknya sudah mendapat dokumen video dari pihak keluarga bahwa jenazah sudah diturunkan dari kapal.

“Harapan orang tua agar jenazah anaknya tersebut bisa dipulangkan untuk dimakamkan di tanah air,” tandasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya ada 3 ABK warga Kelurahan Rua Ternate, dinyakan meninggal dunia di kapal ikan berbendera China. Mereka adalah, Saldi Jainuddin, M. Arifqi Maulana Ramli dan Rian Bahri.

Halaman 2 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00