Kasus ABK, DPR Melihat Dugaan 'Modern Slavery'

Kasus ABK Indonesia di kapal Tiongkok (Dok. Istimewa)

KBRN, Jakarta : : Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS, Sukamta mengatakan kasus meninggalnya 4 ABK asal Indonesia di Kapal Berbendera Tiongkok diduga mengalami perbudakan tidak sederhana.

“Jadi ini bukan kasus sederhana,” ucapnya ketika dihubungi RRI, Minggu (10/5/2020).

Dia menilai adanya dugaan perbudakan modern yang dialami para ABK ini. Hal itu berdasar pada sejumlah unsur perbudakan yang diketahuinya dalam system kerja. Seperti elemen buruh kontrak, pekerja paksa, hingga perdagangan manusia. 

BACA JUGA: ABK Indonesia Meninggal di Kapal China Berbuntut Panjang

“Saya melihat apa yang menimpa saudara kita para TKI yang menjadi anak buah kapal Long Xin 605, Long Xin 606 dan Long Xin 629. Ini sudah mengarah pada modern slavery atau perbudakan modern,” tuturnya.

“Dari enam elemen perbudakan modern, kasus yang menimpa para ABK ini terindikasi memiliki 3 elemen. Diantaranya seperti buruh kontrak, pekerja paksa dan perdagangan manusia,” tambahnya melengkapi.

Bahkan Sukamta menduga peristiwa ini bukanlah kebetulan, melainkan ada keterkaitan pada sebuah jaringan mafia perbudakan yang tersebar di berbagai negara. 

BACA JUGA: Jenazah ABK Indonesia Dilarung ke Laut, Ini Penjelasan Kemenhub

Untuk itu, dia meminta pemerintah agar bekerjasama dengan Interpol guna mengungkap dengan jelas kasus dugaan pelanggaran HAM ini.

“Saya menduga ada jaringan mafia perbudakan dibalik ini yang memiliki operator perusahaan pengerah tenaga kerja di berbagai negara. Saya kira ini harus diungkap sampai tuntas agar kejadian ini tidak terulang kembali,” ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00