Corona Mewabah, Anggota DPR Usul Wapres Pimpin Taubat Nasional

KBRN, Jakarta : Anggota Komisi VIII DPR RI, Bukhori Yusuf mengusulkan agar Wakil Presiden RI, KH Maruf Amin memimpin acara zikir dan taubat nasional. Acara itu kata dia digelar untuk meminta kepada Tuhan Allah SWT menyudahi wabah virus corona jenis baru atau COVID-19 di Indonesia.

Dia pun meminta semua umat beragama, utamanya umat Islam ikut berpartisipasi dalam menyelenggarakan zikir dan taubat nasional. Dia mengusulkan itu merujuk pada pernyataan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), Doni Monardo. Dimana Doni mengatakan bahwa persoalan wabah virus corona bukan hanya masalah medis, melainkan lebih besar kepada persoalan psikologis dan imunitas tubuh.

"Oleh karena itu kami menyaranlan Pak Ketua, selain ada upaya-upaya selalu berkenaan protocol (kesehatan), tidak ada salahnya kita mengadakan semacam satu taubat nasional dan zikir nasional," katanya dalam rapat kerja Komisi VIII DPR RI dengan Doni Monardo, Senin (6/4/2020).

"Zikir bersama ini bisa menggaungkan dan melahirkan sebuah satu psikologi yang sangat dahsyat dan insya Allah dengan itu dia akan melahirkan kekuatan yang dahsyat. Saya yakin lebih dahsyat daripada makanan-makanan bergizi. Karena makanan selain nutrisi, disini nutrisi yang bersifat spritual ini sangat penting," lanjutnya.

Tak tanggung-tanggung, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini pun mengusulkan agar Wapres Kiyai Maruf lah yang memimpin prosesi zikir dan taubat nasional tersebut.

"Kalau perlu dipimpin oleh Bapak Wakil Presiden yang merupakan ulama kita," pungkas Bukhori.

Sebelumnya, dalam rapat yang berlangsung secara virtual tersebut, Doni Monardo mengatakan, menghadapi virus corona jenis baru itu bukan hanya terkait medis. Melainkan juga terkait psikologis.

Sebab pada kenyataannya, negara dengan tingkat kualitas kesehatan terbaik di dunia seperti Inggris, Italia, Spanyol, Prancis, dan Amerika saja kewalahan menghadapi wabah virus yang berasal dari Kota Wuhan, China tersebut.

"Jadi membicarakan COVID-19 harusnya kita semua sadar, kita tidak bisa memprioritaskan semata-mata ke arah medis. Karena ternyata faktor psikologisnya itu justru lebih besar," ujar Doni.

Bagai gayung bersambut, Doni Monardo pun mengaku setuju dengan usulan Bukhori Yusuf. Walaupun zikir tersebut hanya dilakukan dari rumah masing-masing.

"Saya setuju usulan untuk zikir dan doa walaupun dari rumah. Nanti dalam kesempatan yang ada kami coba akan sampaikan ke staf Bapak Wakil Presiden. Dan mudah-mudahan ini semoga menjadi upaya untuk membangkitkan moril membangkitkan imunitas bangsa kita lewat doa dan zikir," demikian Doni Monardo. (Foto : Antara/ Aditya Pradana Putra).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar