Sering Hadapi Tantangan Kelola Keuangan, BPK Bentuk Institusi Sertifikasi

KBRN, Jakarta: Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dalam melaksanakan pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan negara menghadapi sejumlah tantangan. Tantangan tersebut terlihat dari besarnya volume keuangan negara, entitas pengelola keuangan negara yang banyak, modus penyimpangan yang beragam, serta jumlah penyimpangan keuangan negara yang relatif besar.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Ketua BPK RI, Agung Firman Sampurna meresmikan Institut Pemeriksa Keuangan Negara (IPKN) sebagai organisasi profesi pemeriksa. Hal ini dilakukan untuk menjaga profesionalisme anggota pemeriksa keuangan negara.

"Keberadaan IPKN juga dapat digunakan untuk meningkatkan hubungan antara pemeriksa BPK dengan profesi akuntan dan auditor internal pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas pemeriksaan keuangan negara," ujar Agung dalam sambutannya di Auditorium Kantor Pusat BPK Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Diketahui, saat ini BPK telah memiliki 115 pemegang sertifikasi profesi di bidang pemeriksaan keuangan negara yang telah menyandang gelar CSFA (Certified State Finance Auditor).

"Ada 115 orang yang disertifikasi tapi nanti akan dibuat leveling (berjenjang), ada level di rekognisi (pengakuan), profesional, kemudian manager atau partner," ungkap Agung.

Pembentukan IPKN pun diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pemeriksa untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman melalui penyelenggaraan seminar, workshop, dan pengembangan profesi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00