KUR Rp 1 Triliun Setiap Provinsi, Modernisasi Pertanian Adalah Harga Mati

KBRN, Jakarta : Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam pidato sambutan membuka acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunnan Pertanian 2020 di Jakarta memastikan bahwa setiap provinsi di Indonesia mendapatkan jatah pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp 1 triliun untuk mengembangkan sektor pertanian. 

Syahrul mengatakan penyaluran KUR itu merupakam hasil kerja sama dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Syahrul berharap target pembangunan pertanian 2020 dapat tercapai sesuai harapan.

"KUR (Kredit Usaha Rakyat) diharapkan menjadi kekuatan baru. Kerja sama dengan perbankan ini luar biasa," kata Mentan Syahrul Yasin Limpo di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (27/1/2020).

Syahrul mengutarakan, masing-masing provinsi nantinya akan mendapatkan KUR sebesar Rp 1 triliun. Dengan demikian, total KUR yang disediakan untuk semua provinsi di seluruh Indonesia mencapai Rp 34 triliun.

"Besok itu salah satu yang harus diselesaikan, satu provinsi Rp 1 triliun, berarti ada Rp 34 trilun, bapak selesaikan besok. Mau diapakan dana KUR itu, nggak mungkin kita bisa maju kalau modal awal pertaniannya tidak bisa dihitung," katanya.

BACA JUGA: Program Pertanian, Kejar Produktivitas Tujuh Persen Dengan Gerakan Tiga Kali Ekspor

"Kalau impor memang mudah. Bawang putih sampai Rp 12 triliun, Sapi mencapai 600 ribu ton setiap tahun setara dengan 1,2 juta ekor. Apakah ini kita biarkan terus? Oleh karena itu KUR dipakai, saya akan kontrol dengan para gubernur, satu provinsi dapat Rp 1 triliun. Dan kami akan persiapkan ini," terangnya.

Mentan Syahrul Yasin Limpo memastikan, bahwa modernisasi adalah bagian dari pertanian Indonesia di masa mendatang. Tidak bisa lagi mengandalkan pertanian dengan cara tradisional, semisal menggunakan kerbau untuk membajak sawah. Dirinya lantas mencontohkan ketiga ia pertama kali menjadi Lurah di tempat kelahirannya, saat itu masih dikelola menggunakan kerbau. Kemudian meningkat dengan hand tracktor, lalu naik jadi traktor roda 4. Lantas drone dengan cara combine system dengan model-model yang ada.

Dengan begitu, kata dia, petani yang bisa menerima KUR ini harus tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Sehingga, ada sharing informasi dalam mengelola dana KUR tersebut antar petani lintas daerah, agar bisa tercipta industri kecil di sektor pertanian.

"Kalau dia mau menerima ya harus bergabung dengan Gapoktan. Oleh karena itu minta izin, saya pakai ini istilahnya pleton perang, itu adanya di Gapoktan. Dengan pelurunya adalah KUR. Di Gapoktan dan Kostra Tani itu ujungnya sharing factory,” pungkas Syahrul Yasin Limpo.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00