Wow! Perayaan Imlek di Solo Hasilkan Sampah 20 Ton

KBRN, Surakarta : Sampah yang ditimbulkan dari puncak perayaan tahun baru Imlek di Kota Solo pada Jumat (24/1/2020) malam mencapai 20 ton. Mayoritas sampah plastik dan sisa bungkus makanan basah mengakibatkan berat sampah meningkat. 

Sampah menyebar dari simpang warung pelem jalan Urip Sumoharjo sampai Simpang Telkom Jalan Jenderal Sudirman. Termasuk halaman Balaikota sampai jalan Arifin juga dipenuhi sampah.

Baca juga : Imlek 2020, Pernak-pernik Angpao Jadi Juara di Samarinda

"Kalau tidak ramai 5 ton, pas tadi malam 15-20 ton, soalnya basah. Saya melihat masih ada airnya makanan belum habis masih ada di tempatnya jadi nambah berat," ungkap Kepala DLH Surakarta Gatot Sutanto kepada RRI, Minggu (26/1/2020).

Membludaknya sampah Dinas Lingkungan Hidup DLH Surakarta sampai menerjunkan 14 petugas kebersihan dan dua kendaraan road sweeper. Gatot Sutanto mengatakan volume sampah itu memang meningkat sekitar empat kali lipat jika dibandingkan hari hari biasa. 

Gatot mengatakan sampah paling banyak jatuh pada Sabtu (17/1/2020) lalu.  Petugas sampai kewalahan karena pukul 01.00 dinihari pengunjung taman lampion masih banyak. Volume sampah yang membludak lebih dari 20 ton, itu baru dapat dibersihkan sekitar pukul 03.00 dini hari.

Baca juga : Tanpa Pesta Kembang Api, Perayaan Malam Imlek di Solo Tetap Meriah

"Terbanyak minggu kemarin ini malah berkurang sedikit. Tadi malam sebagian diambil melalui aksi penukaran sampah dengan kue Keranjang dan langsung diangkut. Minggu kemarin itu padat banget petugas kami gak bisa gerak baru jam 11 malam sampai Dinihari masih penuh. Bahkan Balaikota banyak sampah," terangnya.

Gatot mengatakan, sebenarnya panitia Imlek dan DLH telah menyiapkan 20an tempat sampah di kawasan taman lampion. Namun saja pengunjung tidak membuang sampah pada tempatnya. 

Baca juga : Potret Kota Wuhan Pada Saat Perayaan Imlek

"Salah satu faktornya pengunjung kesulitan menjangkau tempat sampah, karena untuk bergerak saja sulit berdesakan. Belum lagi saat foto selfie makanan yang di bawa biasanya ditaruh lalu terinjak dan tidak diambil kembali," ujarnya.

Pihaknya menyayangkan sikap pengunjung yang tidak turut menjaga kebersihan. Sehingga setiap pagi kawasan taman lampion menjadi kumuh. "Sampai bosan mengingatkan. Harusnya dibawa nanti kalau ada tong sampah tinggal dibuang," pintanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00