BKN Sebut Banyak Tenaga Honorer yang Belum Terdata

KBRN, Jakarta : Banyak tenaga yang belum tercatat di Badan Kepegawaian Negara (BKN). Hal itu karena tak sedikit instansi di negeri ini merekrut tenaga honorer.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN), Paryono menjelaskan, sebenarnya, dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 48 Tahun 2005 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi Pegawai Negeri Sipil, pemerintah daerah dilarang untuk merekrut tenaga honorer. 

"Pada saat tahun 2005 dengan PP 48 tahun 2005 itu pemerintah sudah melarang bahwa instansi itu atau PPK itu dilarang mengangkat tenaga honorer," katanya dalam wawancara dengan Radio Republik Indonesia (RRI), Jumat (24/1/2020).

Di sisi yang lain, tambahnya, masih berdasarkan aturan yang sama, tenaga honorer yang telah ada harus diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Karena dengan diangkatnya tenaga honorer menjadi CPNS itu diharapkan sehingga menjadi tidak ada lagi tenaga honorer. Jadi sudah habis, semuanya sudah menjadi PNS," ujarnya.

Namun sayangnya, lanjut dia, ada banyak instansi yang mengangkat tenaga honorer. Jumlahnya pun tak diketahui secara pasti.

"Itu memang tidak ada datanya di BKN, karena memang pembinaannya itu bukan di BKN. Karena BKN itu hanya membina PNS dan P3K," pungkasnya sembari menekankan bahwa jumlah tenaga honorer K2 hingga saat ini mencapai lebih dari 300 ribu orang. (Foto : Istimewa)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00