Kapolda Papua : Teriakan Merdeka KKB Hanya Saat Terdesak

KBRN, Jakarta : Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengamati, kegiatan kelompok kekerasan bersenjata (KKB) di Papua secara prinsip berjuang untuk sebuah kepentingan. Alasan ingin merdeka dari Republik Indonesia hanya sebagai alibi saat terdesak.

"Mereka itu kan prinsipnya berjuang untuk sebuah kepentingan. Jika sudah terdesak baru mengatakan kami ingin meredeka," ungkap Irjen Pol Paulus Waterpauw pada Pro3 RRI, Kamis (23/1/2020).

Jika ditelisik seksama lanjut Irjen Pol Paulus Waterpauw bahwa KKB lah yang justru melakukan kegiatan intimidasi, mengganggu, memeras, menekan masyarakat para pengusaha, aparatur, untuk memenuhi kebutuhan mereka.

BACA JUGA : Kapolda Papua : KKB Terang-Teranagn Tunjukkan Jati Diri

"Mereka enjoy dengan kegiatan mereka ini. Tidak perlu sekolah tinggi, tidak perlu kerja keras. Mudah-mudahan saya salah, yang saya amati begitu, saya mencurigai seperti itu. Jika sudah terdesak, melakukan pengejaran, melakukan kontak, mereka teriakan pasti ke arah kepentingan merdeka. Yang jelas kami tidak masuk pada ranah kepentingan politik, tapi menegakkan hukum," pungkasnya.

BACA JUGA : Punya Peran Strategis, NM Sudah Lama Ditarget Polisi

Sebelumnya diberitakan salah satu pimpinan KKB yakni Komandan Operasi Umum di wilayah MEPAGOO Kodap 29, NM (35) tewas ditembak karena berusaha melawan saat hendak ditangkap di sekitar Kampung Nifasi, Pantai Nusi Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua. NM tewas setelah terluka tembak.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00