Mendikbud Sebut UN Tidak Bangun Pendidikan Karakter

KBRN, Jakarta : Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyatakan Ujian Nasional yang telah dilakukan sejak 2004 tidak membangun pendidikan karakter di Indonesia. Hal ini disampaikan Nadiem Makarim saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi X membahas penghapusan UN di 2021.

Mendikbud Nadiem Makarim UN tidak menyentuh karakter dan nilai dari siswa siswi, melainkan hanya hafalan memori jangka pendek. Menurutnya pembentukan karakter dan nilai sangat penting bagi siswa siswa untuk mengetahui minat dan meningkatkan bakatnya. Bukan saja hanya menghafal ilmu pengetahuan, namun tidak dipahami dengan baik.

"UN sama sekali tidak menyentuh karakter, values dari anak, yang dibilang lebih penting dari kemampuan kognitif, banyak yang tidak setuju dengan saya tapi personal percaya value sistem dari anak lebih penting dari kognitif anak," ungkap Nadiem Makarim kepada Komisi X saat RDP di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Kamis (12/12/2019).

Nadiem Makarim menambahkan, pengganti UN yaitu uji kompetensi dan bakat yang fokus pada pengembangan potensi keahlian dan bakat siswa siswi. Assesment Competency dihimpun dari berbagai negara yang tidak ada UN namun menyelenggarakan tes kompetensi dan bakat.

"Apasih assesment competency, Kemendikbud tidak akan membuat keputusan seperti ini tanpa ada basisnya, tanpa ada standar, kita telah menarik inspirasi dari berbagai macam assesment dari seluruh dunia bukan hanya Indonesia," kata Nadiem Makarim.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00