Masjid Al-Azhar Gelar Shalat Idul Adha, Kesalehan Menangkal Keserakahan

KBRN, Jakarta : Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan, menggelar shalat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1440 / Agustus 2019 di Lapangan Masjid pada Minggu (11/8/2019).

Bertindak sebagai Khatib, Ketua Umum (Ketum) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, yang menyampaikan Khutbah Idul Adha dengan tema 'Mengaktualisasikan Taqwa dan Kebersamaan'.

Makna Idul Adha, melalui Khutbah hari ini, dalam konteks vertikal bagi setiap muslim dan juga umat beragama, perlu meningkatkan kesalehan sebagai wujud manusia yang Bertuhan, Bertauhid, serta selalu merasa dekat dengan Allah.

"Kesalehan itu aktualisasi dari tauhid, dari takwa, yang berupa kebaikan hidup dalam hati, jiwa, pikiran, sikap, dan tindakan manusia tersebut," sebut Haedar Nashir.

Jika kesalehan menjadi gerakan kolektif dari bangsa ini, diyakini akan melahirkan sikap relijius dari warga masyarakat sampai elite bangsa. Dengan kesalehan, korupsi dan tindakan sewenang-wenang dinilai tidak akan merajalela. 

Termasuk mereka yang punya hasrat berlebih hingga kekuasaan itu hanya untuk memenuhi keinginan meraih kursi hingga lupa amanat, kesalehan harus ditingkatkan, karena (keserakahan) itu terjadi akibat tingkat kesalehannya tidak teraktualisasikan dengan baik.

Haedar mengatakan, mereka (orang-orang tidak saleh) beragama, mereka fasih, tapi kesalehan itu tidak membuat dirinya menjadi terkekang dalam kebaikan. Dengan kesalehan, tidak akan banyak korupsi. Karena korupsi itu terjadi akibat yang bersangkutan merasa bisa menipu sistem.

"(Koruptor) lupa bahwa Allah tidak akan tertipu. Nah, jiwa saleh ini harus melahirkan relijiusitas," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00