Paham Radikalisme Bisa Menyasar Anak Usia Dini

Mural bhinneka tunggal ika. Menghargai perbedaan adalah semangat dalam bhineka tunggal ika. ANTARA FOTO

KBRN, Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkapkan paham intoleransi dan radikalisme itu dapat menyasar siapa saja 

"Memang isu intoleransi dan radikalisme itu dapat menyasar siapapun tidak mengenal usia," kata Pejabat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Abdul Malik dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Jumat (12/8/2022).

Bahkan, kata dia, intoleransi dan radikalisme dapat menyasar anak usia dini.

Menurutya, hal itu setelah ditemukan bacaan-bacaan dan pola pendidikan yang mengarahkan pembelahan masyarakat.

"Ada ibu yang curhat pada anaknya ketika pulang sekolah itu mengatakan temannya itu misalnya kafir," kata Malik.

Untuk mengatasi masalah ini, ujarnya, perlu keterlibatan orang tua . Hal itu karena benteng utama dalam pencegahan intoleransi dan radikalisme adalah keluarga.

"Orang tua pada hari-hari ini harus bersikap aktif untuk mengajak buah hatinya untuk berdialog dan berkomunikasi," ucapnya. "Jangan saling tertutup," kata dia menambahkan.

Selain itu, ucapnya, orang tua juga harus rajin mengawasi gadget anak-anaknya. Hal itu karena kelompok intoleransi dan radikalisme kini menyasar permainan yang disukai anak-anak. "Biasanya diselipkan dengan ajaran-ajaran kebencian," ujarnya.

Karena itulah, kata Malik, kecerdasan digital perlu dimiliki oleh orang tua. "Kalau seorang anak mengalami perubahan, maka orang tua wajib melaporkan kepada guru-gurunya," ujarnya menyarankan.

Hal ini, kata Malik, tidak perlu dibiarkan dan harus menanamkan sikap kebhinekaan. "Yang penting menghargai perbedaan, itu harus dilakukan sedini mungkin di lingkungan keluarga," kata Malik mengakhiri. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar