Tak Punya Izin Edar, Ribuan Kosmetik Ilegal Diamankan

Sejumlah kosmetik ilegal diamankan petugas Balai BPOM Bandung di Bandung, Jawa Barat, Rabu (3/8/2022). (foto: ANTARA)

KBRN, Jakarta: Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung mengamankan 3.826 buah kosmetik ilegal yang  tidak punya izin edar serta kedaluwarsa.

Kosmetik ilegal itu  disita dari 182 jenis kosmetik yang diamankan dari agen, salon, hingga klinik kecantikan.

Selanjutnya, kosmetik ilegal itu langsung dimusnahkan karena melanggar hukum. 

"Dengan itu saja kita cukup melakukan pengamanan dan akan melakukan pemusnahan," kata Kepala Balai Besar BPOM Bandung Sukriadi Darma dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Jumat (5/8/2022).

Menurutnya ribuan kosmetik itu diamankan dari delapan daerah, yakni Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat. 

Selanjutnya, Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, Kabupaten Purwakarta, dan Kota Bekasi. 

Menurutnya, Paling banyak,  kosmetik ilegal itu diamankan dari Kabupaten Karawang. Di daerah tersebut pihaknya mengamankan sebanyak 2.178 buah kosmetik ilegal.

Lebih lanjut, Sukriadi mengingatkan pelaku usaha untuk melakukan pengecekan dengan memastikan produk yang dijual aman, bermutu, sehat dan berkualitas. 

Selain itu, masyarakat harus dicerdaskan dalam memilih produk yang dijual. Hal itu dilakukan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung. 

"Kami mempunyai infokom dan infokom ini yang melakukan komunikasi, informasi dan edukasi untuk mencerdaskan masyarakat dengan kami memperkenalkan Cek Klik," kata Sukriadi menjelaskan.

Dengan Cek Klik, kata dia, maka setiap masyarakat yang ingin membeli obat dan makanan itu harus menggunakan Cek Klik. 

"Cek kemasan, cek label, cek izin edar dan cek kadaluwarsa," kata dia menegaskan.

Menurutnya, jika masyarakat menemukan produk obat dan makanan khususnya kosmetik maka masyaarakat bisa mengisi form di aplikasi BPOM Mobile.

"Dengan aplikasi ini dapat mengecek nomor izin edar atau merk kosmetik yang kita gunakan maka akan keluar seluruh informasi bahwa kosmetik itu memiliki izin edar di BPOM atau tidak," kata Sukriadi menerangkan. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar