Presiden: Polri Harus Lebih Maju Dibandingkan Pelaku Kejahatan

Presiden Joko Widodo (tengah) yang didampingi Kapolri Listyo Sigit Prabowo (kiri) saat memimpin upacara peringatan Hari Bhayangkara, di Kampus Akademi Kepolisian, kawasan Candi, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (5/7/2022). (Foto: Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden)

KBRN, Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, Polri harus selangkah lebih maju dibandingkan para pelaku kejahatan.

Menurut Kepala Negara,  sebagai aparat keamanan Polri harus semakin siap dalam menghadapi segala jenis tindakan kejahatan. Salah satunya berbasis teknologi terbaru.

"Kita harus semakin siap dalam menghadapi ancaman kejahatan berbasis teknologi terbaru. Oleh sebab itu, Polri harus lebih maju dibandingkan pelaku kejahatan. Polri harus terus berinovasi dan meningkatkan penguasaan teknologi," kata Presiden dalam pidatonya saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Bhayangkara, di Kampus Akademi Kepolisian, kawasan Candi, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (5/7/2022).

Presiden juga mengungkapkan, masih banyak tugas berat lain yang harus diselesaikan Polri. Antara lain soal penanganan pandemi Covid-19, yang masih memerlukan penanganan yang serius.

"Saya minta Polri selalu siaga dalam penanggulangan Covid-19," katanya.

Presiden pun meminta Polri ikut mewaspadai dampak ketidakpastian global, krisis energi, krisis pangan, dan krisis keuangan.

"Oleh sebab itu, Polri harus memastikan kamtibmas agar kita lebih kokoh dalam menghadapi tantangan-tantangan ini," ungkapnya.

Selain itu, Presiden Jokowi juga mengingatkan jajaran kepolisian selalu berhati-hati dalam melakukan segala tindakan, terlebih saat bertugas melayani masyarakat. 

"Selain membaca survei, saya juga terus mengikuti pemberitaan di media konvensional dan media sosial. Setiap kecerobohan apapun dilapangan, sekecil apapun, itu bisa merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. Oleh karena itu bekerjalah dengan hati-hati, bekerjalah dengan presisi," ujar Jokowi.

Terkait dengan survei yang disebutkannya, Jokowi menjelaskan berdasarkan survei terbaru dari Kompas menyatakan sebanyak 58.3 persen responden menyebutkan tindakan Polri sudah sesuai denganvisi presisi. 

Namun, Presiden mengingatkan masih ada 28.6 persen responden menyatakan tugas kepolisian belum selesai.

"Kewenangan polri sangat besar. Organisasi Polri menembus sampai ke tingkat desa dan setiap hari anggota Polri bersentuhan langsung dengan masyarakat, bersentuhan langsung degan rakyat. Dimana  pun saudara-saudara bertugas, saudara-saudara selalu dalam pengamatan rakyat, saudara-saudara selalu dalam penilaian rakyat, rakya menilai apakah perilaku polri sesuai dengan harapan rakyat,"  tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar